Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bentuknya Dianggap Seperti Emoji Kotoran, Hotel Mewah Ini Dicaci Netizen

Violleta Azalea Rayputri , Jurnalis-Minggu, 11 Juli 2021 |00:04 WIB
Bentuknya Dianggap Seperti Emoji Kotoran, Hotel Mewah Ini Dicaci Netizen
Hotel ini dianggap bentuknya seperti emoji kotoran (Getty Images/Jeff J Mitchell via Indy100.com)
A
A
A

SEBUAH hotel unik dan mewah di kota Edinburgh, Skotlandia menuai kontroversi. Masyarakat setempat menilai hotel yang nilai pembangunan mencapai 850 juta poundsterling tersebut bentuknya seperti emoji kotoran manusia.

Masyarakat melayangkan petisi yang sudah ditandatangani lebih dari 1.400 orang dan meminta pihak hotel memperhatikan hal tersebut.

Baca juga: Disneyland Paris Buka Hotel Pertama di Dunia Bertema Marvel

W Hotel dengan 12 lantai dilaporkan akan dibuka tahun depan. Hotel ini memiliki 214 kamar yang mencakup 20 suite dan Extreme Wow Suite atau Presidential Suite.

Dalam website resminya, arsitek Jestico + Whiles menulis bahwa konsep hotel ini adalah seperti pita yang melingkar, menciptakan bangunan yang mengalir bebas dan berani yang melengkapi rencana induk pengembangan.

 

“(The) W Edinburgh akan menampilkan fasad eksterior yang mencolok, membangkitkan semangat festival Edinburgh dan menciptakan bangunan tengara di jantung kota. Dibuat dari 'pita' baja yang berliku, desainnya disamakan dengan spiral kertas, referensi ke banyak mesin cetak yang menempati daerah sekitarnya di masa lalu," tambah mereka seperti dilansir dari Indy100, Sabtu (10/7/2021).

Baca juga: Dihuni Hantu, Desa Kuno yang Indah Dijual Rp2,5 Miliar

Terlepas dari visi positif ini, orang masih menganggap penampilannya tidak menarik, sehingga menggugatnya dengan petisi.

"Jika kita memang harus melihatnya, kita harus membuat itu lebih menarik. Pasang mata di 'jobby' itu," berikut bunyi petisi tersebut dengan Jobby yang berarti kotoran dalam bahasa gaul Skotlandia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement