Disebutkan lebih lanjut, dosis ketiga vaksin AstraZeneca yang diberikan setidaknya 6 bulan setelah dosis kedua, meningkatkan tingkat antibodi 6 kali lipat dan mempertahankan respons sel T. Dosis ketiga juga menghasilkan aktivitas penetralan yang lebih tinggi terhadap varian Alpha (B.1.1.1.7, 'Kent'), Beta (B.1.351, 'Afrika Selatan') dan Delta (B.1.617.2, 'India') yang saat ini tengah marak menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
Terkait hasil sub-analisis di atas, Profesor Sir Andrew J Pollard, Chief Investigator & Director Oxford Vaccine Group di Universitas Oxford mengatakan, temuan ini bisa jadi secercah cahaya terutama bagi negara yang stok vaksinnya terbatas.
“Hal ini merupakan berita baik bagi negara-negara dengan persediaan vaksin yang terbatas, yang mungkin cemas soal keterlambatan pemberian dosis kedua vaksin di negara mereka. Terdapat respons yang sangat baik untuk dosis kedua, bahkan setelah penundaan 10 bulan dari dosis pertama,” ungkap Profesor Andrew.
Sebagai informasi, vaksin AstraZeneca diketahui sudah mendapatkan izin pemasaran bersyarat atau penggunaan darurat di lebih dari 80 negara di enam benua, dengan sistem penggunaan dua dosis. Diberikan terpisah dengan jarak suntik, 4 sampai 12 pekan pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.