Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketua Satgas IDI Heran Masih Banyak Karyawan Ngantor 4 Hari Sepekan

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 25 Juni 2021 |11:58 WIB
Ketua Satgas IDI Heran Masih Banyak Karyawan <i>Ngantor</i> 4 Hari Sepekan
Karyawan ngantor (Foto: Freepik)
A
A
A

LONJAKAN kasus Covid-19 semakin menggila. Per 24 Juni 2021 saja misalnya, penambahan konfirmasi positif Covid-19 per harinya menembus angka 20.574 sehingga total kasus sekarang 2.053.995. Ini jadi rekor tertinggi sepanjang pandemi di Indonesia.

Pemerintah sejauh ini melakukan upaya penekanan kasus dengan memperketat PPKM Mikro. Salah satu aturannya adalah pemberlakuan kembali kerja dari rumah atau WFH bagi karyawan perusahaan. Lebih detailnya, hanya 25 persen yang bekerja di kantor, selebihnya di rumah.

 ngantor

Aturan ini berlaku sejak 22 Juni hingga 5 Juli 2021. Namun sayangnya, belum banyak perusahaan yang patuh menjalankan aturan yang disetujui langsung oleh Presiden Joko Widodo tersebut.

Hal ini disampaikan Ketua Satgas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof Zubairi Djoerban, bahwa dia masih mendapatkan cerita pasiennya yang tetap ngantor di masa PPKM Mikro ketat sekarang ini.

"Tadi saya praktik di rumah sakit, ada pasien saya bilang dirinya masih ngantor 4 hari dalam seminggu. Padahal pemerintah sudah mengetatkan PPKM Mikro dengan aturan WFO hanya 25 persen," ungkapnya saat talkshow di Okezone Stories, Kamis (24/6/2021).

Dengan adanya cerita tersebut, Prof Beri cukup yakin bahwa pengimplementasian aturan PPKM Mikro yang diperketat itu masih belum dijalankan oleh beberapa pihak, termasuk manajemen perusahaan. Padahal, amat sangat penting saat ini untuk mengurangi mobilitas masyarakat di luar rumah.

"Salah satu kunci menekan kasus adalah mengurangi mobilitas masyarakat di luar rumah. Makanya, kalau ditanya apa jalan keluar dari upaya menurunkan lonjakan kasus, saya akan jawab jangan keluar rumah, jangan keluar rumah, dan jangan keluar rumah," tegasnya.

Prof Beri menambahkan, keluar rumah hanya saat kondisi darurat saja. Penting untuk diketahui juga bahwa saat Anda keluar rumah, kata Prof Beri, pastikan masker dipakai dengan benar dan gunakan masker yang berkualitas.

"Jangan pakai masker asal-asalan misalnya diturunin ke bawah hidung sehingga lubang hidungnya malah terbuka ke mana-mana. Jangan juga pakai masker bikinan sendiri, karena masker tersebut tidak sesuai dengan standar kesehatan yang bisa meningkatkan risiko masuknya virus," saran dia.

Selain itu, upaya lain yang bisa dilakukan di luar rumah tetap terbebas dari paparan Covid-19 adalah rutin mencuci tangan terlebih jika Anda baru memegang area yang sering dipegang orang banyak. "Jauhi kerumunan juga dan kalau ngantor naik kendaraan umum, lihat-lihat dulu, kalau ramai maka jangan paksa tetap naik," tambah Prof Beri.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement