PENYAKIT jantung terjadi lantaran adanya gaya hidup tidak sehat. Akibatnya, terjadi penyempitan di pembuluh darah lantaran adanya kolesterol yang tidak terkontrol
Biasanya, ketika pembuluh darah menuju jantung sudah terhimpit, maka salah satu caranya adalah dengan dipasangkan ring jantung. RIng jantung merupakan prosedur nonp-bedah dengan anestesi lokal dan sedasi ringan.
Selama tindakan berlangsung, pasien akan dalam keadaan sadar namun nyaman. Tindakan medis ini ternyata tak sembarang pasien bisa dapatkan. Ya, hanya pasien jantung tertentu yang direkomendasikan pemasangan ring. Artinya, terapi tersebut harus sesuai dengan indikasi masalah dan hasil observasi dokter jantung Anda.
"Pemasangan ring dilakukan pada pasien yang mengalami penyempitan pembuluh darah dengan tujuan untuk memperbaiki asupan darah secara memadai. Penyempitan pembuluh darah pun bisa terjadi secara tiba-tiba atau kronis," terang Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Heartology Cardiovascular Center, dr Dafsah Arifa Juzar.

Pada pasien yang mengalami penyempitan tiba-tiba, hampir seluruhnya perlu pemasangan ring segera untuk mengurangi risiko komplikasi jantung bahkan kematian. Sedangkan untuk orang lainnya, tindakan pemasangan ring perlu investigasi terlebih dahulu untuk memastikan adanya penyakit jantung koroner.
Dokter Dafsah menjelaskan, ada beberapa cara untuk menginvestigasi penyakit jantung. Dimulai dari yang paling sederhana yaitu EKG atau Elektrokardiogram, yang dilakukan untuk merekam aktivitas kelistrikan jantung dan dapat memperlihatkan adanya kekurangan asupan oksigen atau bahkan kerusakan otot jantung akibat serangan jantung.
"Pada orang yang tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan EKG saat istirahat, belum berarti aman dari penyakit jantung koroner. Hal ini disebabkan karena penyakit jantung koroner bersifat degeneratif. Penyakit jantung koroner atau proses aterosklerosis merupakan proses alamiah yang akan terjadi dengan bertambahnya umur," ungkapnya.
"Proses aterosklerosis ini akan terakselerasi bila didapatkan faktor-faktor risiko, seperti tekanan darah tinggi, merokok, sakit kencing manis, hiperkolesterolemia, riwayat keluarga dengan penyakit jantung prematur, dan kebiasaan hidup tidak sehat," tambah dr Dafsah.
Menjadi catatan, pemeriksaaan EKG saat istirahat saja belum cukup untuk orang-orang yang mempunyai lebih dari satu faktor risiko jantung atau telah berumur di atas 30 tahun. Performa jantung dalam mengatasi beban kerja perlu diuji dengan pemeriksaan stress test.
Pemeriksaan stress test bisa dengan treadmill stress test, pemeriksaan stress echo (Dobutamine Stress Test) atau pencitraan lainnya. "Jika penyakit jantung koroner tidak dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan, maka diperlukan prosedur angioplasti (pemasangan ring)," sarannya.
Pada penyempitan sedang yang lebih dari satu indikasi pemasangan cincin, kata dr Dafsah, dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan IFR (Instant wave-free Ratio) ataupun FFR (Fractional Flow Reserve). "Ini diperlukan sehingga pemasangan ring yang tidak berindikasi dapat dihindari dan juga untuk mengurangi risiko komplikasi akibat pemasangan ring yang tidak diperlukan," ungkap dr Dafsah.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.