Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gigih Berjuang, Warga Malang Lulus Seleksi Imam Masjid UEA

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 07 Mei 2021 |22:03 WIB
Gigih Berjuang, Warga Malang Lulus Seleksi Imam Masjid UEA
Muhammad Shohibul Huda lulus seleksi imam masjid di UEA. (Foto: Dok pribadi via Okezone)
A
A
A

Kini setelah dinyatakan lulus dan akan diberangkatkan ke UEA, dirinya masih menunggu kepastian waktu keberangkatannya yang bakal dikonfirmasi lagi oleh Kemenag RI dan pihak Pemerintah UEA. Segala dokumen mengenai pemberangkatan mulai paspor, ijazah terakhir, pas foto, hingga form yang dikirimkan Pemerintah UEA sudah dikirimkannya ke pihak Kemenag RI.

"Itu disetorkan maksimal 30 April kemarin. Semua sudah selesai. Selanjutnya menunggu info dari Kemenag atau dari UEA-nya kapan. Waktunya yang disampaikan dari Kemenag perkiraan Juni atau Juli, lebih jelasnya masih menunggu," terangnya.

Baca juga: Ini Dia Penyebab Berat Badan Naik saat Bulan Puasa 

Dirinya saat ini fokus belajar memperlancar komunikasi dan penguasaan bahasa Arab yang terkadang lupa, mengingat terakhir kali menggunakan komunikasi bahasa Arab saat dirinya berhaji ke Arab Saudi tahun 2018. Alhasil, segala catatan mengenai perjalanannya ke Arab Saudi kembali dibukanya.

"(Pada) 2018 pernah berangkat haji jadi ikut materi jadi tahu lingkungan di Arab, sambil membuka lagi catatan, obat-obatan yang dibawa dan pakaiannya," imbuh dia.

Keluarga Tidak Menyangka Lulus

Keberangkatan Muhammad Shohibul Huda ke UEA tampaknya disambut rasa campur aduk oleh pihak keluarga. Sang istri tidak menyangka suaminya bakal lulus seleksi calon imam oleh Pemerintah UEA.

"Respons keluarga ya campur aduk. Ada senangnya, ada bingungnya, antara senang bisa lolos dan diberi kesempatan. Kalau bingungnya, karena meninggalkan kampung. Di kampung seperti keluarga sendiri," ujarnya.

Baca juga: Wajib Tahu, Protokol Kesehatan saat Sholat Tarawih di Masjid 

Apalagi sedari awal mendaftar hingga dinyatakan lulus belum ada keluarga besarnya dan lingkungannya yang tahu mengenai kabar tersebut. Ia mengaku sengaja tidak memberi tahu pihak keluarga dan lingkungan terlebih dahulu.

"Ketika awal tes enggak pernah cerita ke keluarga. Ketika ke Jakarta ditanya, saya bilang ceritanya mau ngaji, mau nyampaikan enggak tega juga. Kalau di UIN hanya kawan dekat yang tahu. Kalau institusi belum tahu. Kalau nunggu kepastian berangkat. Kedua masih nunggu informasi jadwalnya kapan keberangkatannya. Nanti kalau sudah ada informasi pasti kapan keberangkatannya rencana mau sowan (pamit) ke institusi dan menemui Pak Rektor (UIN Malang)," tuturnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement