KETIKA ingin melakukan perjalanan ke luar kota menggunakan transportasi umum seperti kereta dan pesawat, kita memang wajib menunjukan hasil swab. Tapi, baru-baru ini terjadi kasus alat swab bekas, yang tentu saja mengkhawatirkan.
Isu alat swab bekas yang dipakai di Bandara Kualanamu memancing dokter untuk mengingatkan kembali masyarakat agar tidak membeli alat swab secara mandiri. Sebab, hal itu dapat memicu risiko berbahaya.
"Tidak diperkenankan masyarakat umum membeli alat swab sendiri karena penggunaan alat swab harus dilakukan dan dalam pengawasan tenaga medis yang ahli," tegas Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Dwi Fajaryani, Sp.PK, dalam keterangan resmi, Senin (3/5/2021).
Dilanjutkan Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Makassar, dr Selvi Josten, Sp.PK, penggunaan alat swab itu tidak bisa sembarang dilakukan. Petugas medis yang melakukan pun harus yang sudah terlatih, artinya enggak boleh asal colok ke pasien.
"Pemeriksaan swab antigen atau PCR itu dilakukan oleh petugas yang telah terlatih, maka hasil pemeriksaan dapat dipertanggung jawabkan karena para petugas telah memiliki sertifikat pelatihan. Keakuratan hasil juga dipengaruhi oleh laboratorium yang terstandarisasi," ungkapnya.
Artinya, petugas swab itu sudah menjalani pelatihan mulai saat persiapan, pemeriksaan, hingga pengelolaan limbah infeksiusnya semua diajarkan.