Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPOM: Efek Samping Vaksin Sinopharm Ringan

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Sabtu, 01 Mei 2021 |15:06 WIB
BPOM: Efek Samping Vaksin Sinopharm Ringan
Vaksin Covid-19 (Foto: Unsplash)
A
A
A

"Artinya, keamanan vaksin dapat ditoleransi dengan baik dan frekuensi kejadian masing-masing efek samping tersebut adalah 0,01 persen (terkategori sangat jarang), serta pada usia di atas 60 tahun tidak ada laporan efek samping lokal grade 3," paparnya.

Vaksin Sinopharm rencananya akan disuntikkan sebanyak dua kali pada target sasaran dengan jeda waktu antara dosis pertama dengan dosis kedua berselang 21 hingga 28 hari. Vaksin ini diberikan pada orang dewasa di atas 18 tahun dan lansia.

Terkait dengan efek samping, laporan yang diterima BPOM menjelaskan bahwa vaksin Sinopharm ini bersifat ringan dengan gejala efek samping berupa bengkak, kemerahan, sakit kepala, diare, nyeri otot, dan batuk. "Ini menandakan juga bahwa vaksin Sinopharm dari aspek keamanan adalah baik kategorinya, dapat ditoleransi dengan baik," sambung Penny.

Indonesia mendatangkan vaksin Sinopharm dari China pada Jumat 30 April 2021 sebanyak 482.400 dosis. Tak hanya Sinopharm, vaksin Covid-19 yang baru datang juga adalah vaksin Sinovac sebanyak 6 juta dosis.

Dari tambahan tersebut, menjadikan total vaksin Covid-19 yang telah diterima Indonesia sebanyak 65,5 juta vaksin dalam bentuk bahan baku atau bulk dari Sinovac. Secara keseluruhan, Indonesia sudah mendatangkan vaksin Covid-19 sebanyak 8,4 juta dari Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement