Dikatakan lebih lanjut oleh Pfizer, sejauh ini studi laboratorium menunjukkan bahwa obat tersebut berpotensi melawan SARS-CoV-2, dan terhadap virus corona lainnya. Perusahaan juga mempelajari PI (protease inhibitor) ini yang diberikan secara IV dalam percobaan Fase 1b untuk dijadikan pilihan bagi pasien yang dirawat di rumah sakit.
Albert Bourla sendiri menyakini, pil antivirus buatan Pfizer ini mampu untuk melawan strain atau varian baru virus corona lainnya karena tidak menargetkan protein lonjakan permukaan pada virus.
“Aksi mekanismenya sedemikian rupa sehingga tidak diharapkan untuk mengalami mutasi. Terutama karena tidak bekerja pada lonjakan, seperti yang kita semua tahu, semua mutasi yang kita dengar sekarang ini, melihat pada protein lonjakan, yang satu ini tidak bekerja seperti itu di sana sehingga memungkinkan kami untuk percaya bahwa itu akan jauh lebih efektif terhadap beberapa varian virus,” pungkasnya.
Terkait perkembangan produksinya, dikatakan pembaruan tambahan pada studi yang sedang berkembang kemungkinan bisa muncul di musim panas mendatang.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.