Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Kartini, Perempuan yang Gigih Perjuangkan Emansipasi Wanita

Wilda Fajriah , Jurnalis-Rabu, 21 April 2021 |10:23 WIB
Mengenal Kartini, Perempuan yang Gigih Perjuangkan Emansipasi Wanita
Kartini (Foto: Inst)
A
A
A

Kemudian, pada 12 November 1903, Kartini memulai kehidupan baru, ia dipinang oleh upati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri.

Oleh suaminya, Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks Kantor Kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Setahun berselang dari pernikahannya, Kartini dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Soesalit Djojoadhiningrat yang lahir pada 13 September 1904.

Empat hari pasca-Kartini melahirkan putra tercintanya, dia pun menghembuskan napas terakhirnya pada 17 September 1904 di usia 25 tahun. Dia dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Saat meninggal, Kartini menghembuskan napas terakhirnya tepat di pangkuan suami tercinta, hal itu karena merujuk kesaksian dari para abdi dalem yang ada pada peristiwa itu.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement