PARI manta berenang-renang, sayapnya berdenyut-denyut, di arus deras Laut Flores. Komodo, yang merupakan kadal terbesar di dunia, bersembunyi di semak belukar di hutan Komodo dan Rinca. Matahari terbit yang cerah menerangi sisi-sisi yang terjal Pulau Padar.
Tidak mengherankan bagi siapa pun yang pernah mengunjungi Taman Nasional Komodo, pulau-pulau vulkanik yang menjulang tinggi dan terumbu karang di lepas pantai Pulau Flores, Indonesia, karena taman laut ini menyandang status Warisan Dunia UNESCO.
Labuan Bajo, sebuah kota pelabuhan yang ramai di ujung barat laut Flores, paling dikenal sebagai titik awal untuk Taman Nasional Komodo.
Di sinilah para pelancong bisa menjelajahi pulau eksotis di timur Indonesia. Di tengah rutinitas padat, bila berkunjung ke pulau ini, rasa lelah pun sirna.
Ya, walau harus menempuh perjalanan panjang, karena biasanya penumpang pesawat menuju Bandara Komodo harus transit dulu di Pulau Dewata. Rasa tak sabar melihat indahnya panorama sekitar pun semakin besar.
Baca Juga: Nissa Sabyan dan Ayus Liburan Ke Wan Chai, Ngapain Aja di Sana?

Ditetapkan untuk menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin dunia G20 pada tahun 2022 dan KTT ASEAN 2023, wilayah ini yang paling terikat dengan kapal selam liveaboard dan kapal pesiar santai di kapal layar phinisi semakin berkembang dalam persiapan untuk menjadi sorotan global.
Lebih lanjut, berikut adalah sekilas pengalaman wisatawan yang telah berkunjung ke Labuan Bajo dan sekitarnya, untuk ketika nantinya negara ini dibuka kembali untuk pariwisata internasional.