KASUS kematian Sarah Everard memang menghebohkan dunia beberapa minggu ini. Tidak hanya menimbulkan simpati, berbagai isu seperti kesetaraan gender dan perlindungan terhadap perempuan pun muncul ke permukaan.
Pasalnya, orang yang menjadi tersangka dan ditangkap adalah seorang petugas polisi pria, yang didakwa atas pembunuhan wanita berusia 33 tahun asal London Selatan ini.
Meski tiga tahun telah berlalu setelah munculnya hashtags #MeToo yang mendukung hak-hak perempuan, banyak kasus kekerasan maupun pelecehan secara verbal dan fisik, riset dari UN Women di Inggris, tempat kasus ini terjadi, menunjukkan 80% perempuan mengaku mengalami pelecehan seksual di tempat umum.
Berkaca dari kasus Everard yang memprihatinkan, berikut 6 tips keselamatan yang dapat dipraktikkan para perempuan dan lelaki dari Bluesecurity.co, seperti dilansir dari highend:
Sadar akan keadaan sekitar Anda
Bila Anda berjalan sendirian, jangan pernah mengalihkan perhatian dari keadaan sekitar, apalagi jika berada di tempat yang sempit dan sunyi. Hindari bermain handphone, meski lebih mudah menekan emergency call apabila gadget brada di genggaman. Ingat, kewaspadaan dapat meningkatkan sensitivitas kita terhadap situasi yang tidak wajar.

Cek Kendaraan Secara Menyeluruh
Sebelum berangkat atau pulang, pastikan kendaraan Anda tidak mengalami kebocoran atau menunjukkan tanda yang janggal. Cek bagian bawah, kap dan kursi penumpang sebelum mengendarai motor/mobil.
Ban yang pecah atau oli yang bocor sering digunakan sebagai jebakan oleh orang yang berniat jahat. Pastikan Anda masuk dari pintu penumpang apabila sendirian dan hanya ada satu mobil van di sebelah Anda untuk mengelabui.
Pastikan Anda Diantar Pihak Berwenang
Pulang bekerja lembur menuntut perempuan untuk berjalan sendiri ke parkiran atau menuju tempat transportasi umum dan rumah. Keadaan seperti ini yang paling sering dimanfaatkan untuk berbuat jahat.
Hubungi pusat security di kantor Anda atau tempat rekreasi untuk mengantar Anda ke parkiran atau stasiun. Hal ini ditujukan untuk mencegah pertemuan dengan orang jahat yang menyamar sebagai pihak berwenang.