REGULATOR obat Uni Eropa menegaskan bahwa Vaksin AstraZeneca tidak ada indikasi menyebabkan pembekuan darah. Badan Obat Eropa pun mendesak pemerintah seluruh negara untuk tidak menghentikan penggunaan vaksin covid-19 tersebut.
"Kami sangat yakin bahwa manfaat Vaksin AstraZeneca dalam mencegah covid-19 gejala sedang hingga berat dan kematian lebih besar daripada risiko efek sampingnya," kata Kepala Badan Obat Eropa Emer Cooke, seperti dikutip dari laman Fox News, Rabu (17/3/2021).
Baca juga: Menkes Budi Baru Tahu Vaksin AstraZeneca Kedaluwarsa Mei 2021
Swedia merupakan negara terbaru yang memutuskan menunda sementara penggunaan Vaksin AstraZeneca. Alasannya karena ingin berhati-hati terhadap apa yang akan digunakan untuk rakyatnya.
"Jika efek samping buruk itu ada, saya yakin itu jarang terjadi. Namun, pihak berwenang merasa harus berhenti sejenak setelah menerima banyak laporan tentang pembekuan darah," kata ahli epidemiologi Swedia, Anders Tegnell.
Hal serupa juga dilakukan di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memutuskan menunda sementara pendistribusian Vaksin AstraZeneca dengan alasan kehati-hatian.
"Untuk sekarang ini kami menunda sementara distribusi sampai laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) keluar. Tapi, kami pastikan tidak akan menghentikan pengiriman Vaksin AstraZeneca," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam konfrensi pers virtual, Selasa 16 Maret 2021.
Baca juga: Meski Menunda, Kemenkes Pastikan Vaksin AstraZeneca Tidak Bahaya!
Berdasarkan laporan yang diterima Kemenkes, kasus pembekuan darah yang menjadi pertimbangan seluruh negara jumlahnya kecil sekali. Dari 17 juta suntikan, ada 40 orang yang melaporkan kejadian tersebut.
"Artinya, angka yang sangat kecil dibandingkan dengan manfaat yang ditawarkan," terangnya.
"Terlebih, Vaksin AstraZeneca ini sangat efektif untuk kelompok usia di atas 65 tahun, terutama untuk pasien komorbid. Jadi akan sangat berguna pastinya di masyarakat," tambah Siti Nadia.