Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini 3 Rawon Legendaris di Surabaya, Sup Terenak di Asia

Aan haryono , Jurnalis-Minggu, 07 Maret 2021 |10:56 WIB
Ini 3 Rawon Legendaris di Surabaya, Sup Terenak di Asia
Rawon kalkulator (MNC Portal/Aan)
A
A
A

MENIKMATI kuliner Surabaya memang harus berkeringat. Bukan hanya sambal yang membuat lidah bergetar, tapi juga rawon yang selalu identik dengan Surabaya bisa memeras keringat.

Surabaya merupakan kota yang begitu identik dengan makanan khasnya, Rawon. Setelah Rawon dinobatkan sebagai sup terenak di Asia, ada beberapa rawon legendaris yang sulit untuk dilewatkan ketika singgah di Kota Pahlawan.

1. Rawon Pak Pangat

Masakan rawon khas Kota Surabaya, selalu membawa rasa yang sulit dilupakan. Ada banyak sajian rawon legendaris di kota ini. Rawon Pak Pangat menjadi salah satu jujukan, tentu dengan letupan rempah yang tersaji dengan melimpah.

Baca juga:  8 Kuliner Khas Sumedang, Enggak Cuma Tahu Goreng Loh!

Sejak pagi, pukul 07.00 WIB, Rawon Pak Pangat yang berada di Ruko Lotus Jalan Ketintang Selatan sudah siap menyambut para pecinta kuliner. Dari tepi jalan, aroma tajam keluwek menghembus kencang. Terhantar dalam sepoi angin yang menusuk ke hidung.

 ilustrasi

Rawon Pak Pangat (Aan/MPI)

Dari deretan rempah yang tersaji di piring rawon, kluwek memainkan peranan penting dalam mencetak rasa dan aroma kesegaran dan kegigihan. Mencerminkan karakter masyarakat Surabaya yang selalu ngeyel dan pekerja keras.

Kuah hitam rawon disajikan dengan bulir kecambah kecil serta taburan bawang goreng. Menyempurnakan rasa, menghempas pagi dengan gempita dan siang lewat perkasa. Dari beragam rawon yang ada di Surabaya, Pak Pangat memberikan sentuhan rawon berbeda dengan adanya campuran empal suwir yang empuk dan gurih. Tak lupa, sambal khasnya menempel lekat di pinggir piring dan siap dicampur dengan rempah lainnya.

 Baca juga: 5 Kuliner Tradisional Ini Siap Goyang Lidahmu saat Liburan di Kudus, Apa Saja?

Selain komponen daging, Pak Pangat memberikan tambahan tempe goreng, perkedel dan telur asin. Menyempurnakan pilihan rasa dan melupakan sejenak keringat sebesar biji jagung yang mengalir deras di kening pelanggannya.

2. Rawon Setan

Jangan merinding terlebih dahulu ketika mendengar namanya. Istilah setan di sini bukan merujuk pada rawon yang disajikan para setan, tapi nama Rawon Setan bermula ketika dulu buka pertama kali hanya pada malam hari hingga menjelang subuh.

Rawon Setan memiliki kuah hitam pekat, rempah yang lebih komplit dan berani menambah keluwak serta paduan taoge dan bawang goreng. Para penikmatnya juga menyukai Rawon Setan karena potongan daging sapi dengan ukuran besar membanjiri isi piring. Meski berukuran besar, daging sapi tidak terasa alot saat disantap.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement