Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beda Selera Merek Vaksin Covid-19 Indonesia dan Wuhan

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 02 Maret 2021 |11:20 WIB
Beda Selera Merek Vaksin Covid-19 Indonesia dan Wuhan
Ilustrasi (Foto : Freepik)
A
A
A

Akhir Desember 2020, China memulai program vaksinasi Covid-19. Bahkan, vaksin disuntikkan meski pemerintah belum secara resmi mensertifikasi berbagai vaksinnya.

Vaksinasi dimulai di Wuhan, lokasi pertama yang mengonfirmasi kasus Covid-19. Target pertamanya, kata Wakil Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Wuhan, He Zhenyu, adalah kelompok tertentu, yaitu mereka yang berusia 18 hingga 59 tahun.

"Mereka harus divaksin sebanyak dua kali dengan selang waktu empat minggu," kata He dalam keterangan pers yang dikutip Xinhua Net. Terkait dengan nama vaksinnya, laman berita itu tidak memberitahu. Namun, DW menjelaskan bahwa vaksin tersebut adalah Sinopharm.

Vaksin Covid-19

Terkait dengen efektivitas Sinopharm yang dikembangkan di Wuhan Institute of Biologics, ABC News melaporkan bahwa vaksin tersebut efektivitasnya 72,51 persen. Teknologi yang digunakan untuk membuat vaksin serupa dengan Sinopharm Beijing yaitu mengandalkan virus hidup yang dibunuh lalu dimurnikan.

Sementara itu, China secara luas menambah dua jenis vaksin Covid-19. Administrasi Produk Medis Nasional memberikan persetujuan bersyarat untuk vaksin dari CanSino Biologics dan yang kedua dari Sinopharm. Keduanya sudah digunakan pada kelompok orang tertentu di bawah otoritas penggunaan darurat.

Baca Juga : 7 Potret Seksi Vanessa Angel, Lihat Ini Pelakor Masih Punya Nyali?

Baca Juga : Setahun Pandemi, Kasus Covid-19 Indonesia 26 Kali Lipat dari Wuhan

Vaksin CanSino cara kerjanya serupa dengan Johnson & Johnson yaitu mengandalkan satu dosis saja dengan efektivitas vaksin sebesar 65,28 persen dan kekebalan tubuh mulai aktif pada 28 hari setelah suntikkan diberikan.

Di sisi lain, Indonesia sedang menjalankan program vaksinasi Covid-19 dengan mengandalkan vaksin Sinovac yang dikembangkan BioFarma. Sejauh ini, tidak ada laporan KIPI berbahaya dari vaksin tersebut.

Soal efektivitas, Sinovac yang dipakai di Indonesia efktivitasnya sebesar 65,3 persen. Terdapat perbedaan treatment pada penyuntikkan kelompok usia 18-59 dengan lansia.

"Pada kelompok 18-59 tahun, jarak penyuntikkan dosis pertama dan kedua adalah 14 hari, sedangkan pada kelompok lansia adalah 28 hari," kata Pakar Kesehatan Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama belum lama ini.

Vaksin Covid-19

Vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah masuk ke tahap dua dengan prioritas kelompok adalah petugas pelayan publik dan lansia, termasuk di dalamnya wartawan. Sebelumnya, pada tahap pertama, vaksin disuntikkan pada presiden dan petinggi negara lainnya, serta tenaga kesehatan.

Terkait dengan cakupan vaksin per 28 Februari 2021, sebanyak 1.691.724 orang sudah divaksin dosis pertama. Untuk dosis kedua, sudah diberikan kepada 998.439 orang. Total sasaran vaksinasi di Indonesia untuk mencapai herd immunity adalah 181.554.465.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement