Menurut dia, BPOM perlu mendorong atau jika perlu ikut terlibat untuk meneliti lebih jauh keunggulan Vaksin Nusantara. Adapun Parlemen Senayan akan memberi dukungan penuh terhadap semua pengembangan vaksin dalam negeri.
"Bukan cuma menunggu laporan dari tim, jadi BPOM menjadi tim yang terlibat. Misalnya kurang prosedur, untuk itu kami terus mendorong sesuai ketentuan yang berlaku," tuturnya.
Baca juga: Terawan: Vaksin Nusantara Bisa Diproduksi 10 Juta Dosis per Bulan
Ia pun mengharapkan Vaksin Nusantara terus dikembangkan hingga lulus uji klinis dan diproduksi secara massal. Apalagi Vaksin Nusantara akan memiliki keunggulan dibanding vaksin lain yakni cocok diberikan pada individu dengan komorbid. Sehingga, menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia yang tidak bisa mendapatkan vaksin biasa.
"Jika benar dapat diberikan pada individu komorbid maka penemuan ini tentu akan mengubah metode vaksin dunia. Kita akan menjadi negara yang disegani dan akan membuat jasa besar," ujarnya.
Sementara Deputi 7 Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto menyambut baik hadirnya pengembangan Vaksin Nusantara. Ia menjelaskan, jika Vaksin Nusantara dapat diberikan pada pasien komorbid maka akan memecahkan satu masalah penting penanganan covid-19 di Indonesia.
"Untuk vaksin nusantara merupakan solusi yang ditawarkan bagi pasien komorbid, untuk penyakit penyerta ini, jadi Pak Terawan dengan Undip diharapkan bersama kita semua dapat bersinergi," jelasnya.
Baca juga: Fakta-Fakta Vaksinasi Gotong Royong, Gratis hingga Tidak Gunakan Sinovac
BIN sendiri, lanjut dia, terlibat sejak awal untuk memutus rantai persebaran covid-19, termasuk mendukung pengembangan vaksin karya anak bangsa.
"BIN berperan menghadapi covid bekerja sama dengan UGM untuk pengembangan testing GeNose dan research virus Indonesia, serta dengan TNI Ad dan Unair untuk pengembangan obat covid-19, Eijkman untuk perbesar testing covid-19 dan pengembangan vaksin merah putih," paparnya.
(Hantoro)