Hari Raya Imlek selalu identik dengan berbagai ornamen atau hiasan-hiasan yang unik dan khas. Salah satu hiasan Imlek yang terkenal dan selalu dipasang sepanjang perayaan adalah lampion cantik berwarna merah.
Ya, tentunya lampion sendiri memiliki cerita dan fakta-fakta menarik di dalamnya. Melansir dari China Highlights, berikut lima fakta lampion yang jarang diketahui masyarakat. Yuk disimak.

1. Lampion selalu berwarna merah
Secara tradisional lampion berwarna merah dan berbentuk oval dihiasi dengan jumbai merah dan emas. Dalam budaya Tiongkok warna merah diyakini melambangkan kehangatan, kebahagiaan dan keberuntungan. Selain itu merah juga dianggap sebagai warna nasional China.
Lampion dibuat dari kertas tipis atau sutra. Bingkainya dibuat dari bambu, kayu, kawat atau rotan dan didekorasi dengan kaligrafi atau lukisan. Selain berbentuk oval ada pula lampion berbentuk persegi atau persegi panjang.
2. Terdapat 3 jenis lampion
Lampion paling umum adalah yang biasanya digantung di rumah atau ruang publik yang dianggap sebagai pembawa perlindungan dan keberuntungan. Namun, ada pula lampion terbang yang mirip dengan balon udara panas yang didorong dengan nyala api kecil.
Ada pula lampion mengambang yang biasa muncul dalam beberapa perayaan seperti Festival Perahu Naga atau acara yang berlangsung dekat sungai atau danau dengan berbagai macam bentuk dan desain.
3. Hongkong pemegang rekor lampion terbesar di dunia
Pada acara Mid-Autumn Festival 2011 yang diadakan di Victoria Park Hong-Kong masuk dalam Guinness World Record sebagai pemegang lampion terbesar di dunia.
Lampion tersebut memiliki ukuran 36x9x13 meter yang dibuat dari 2.360 lentera tradisional Tiongkok dan membutuhkan 35 orang dan 13 hari untuk membangunnya.
4. Lampion memiliki banyak makna
Warna: selain merah, warna pink melambangkan keromantisan, putih mewakili kesehatan, hijau melambangkan pertumbuhan, oranye mengartikan uang, kuning pembawa keberuntungan, sementara biru muda dan ungu dipercaya membuat mimpi menjadi kenyataan. Bentuk bulat melambangkan keutuhan dan kebersamaan.
Kaligrafi: Tulisan dekoratif umum mewakili harapan terbaik untuk kehidupan panjang yang sehat dan masa depan yang makmur dan kaya.
Seni: Biasanya pengrajin lampion akan melukis naga sebagai simbol kekuatan, bambu untuk ketahanan, kupu-kupu dan bunga sebagai kebahagiaan, pohon dan tanaman sebagai pertumbuhan. Shio untuk tahun tersebut juga bisa menjadi desain yang baik untuk lampion Imlek.
5. Lampion telah populer sejak 2.000 tahun lalu
Lampion pertama kali digunakan selama Dinasti Han Timur (25-220). Kaisar Han Mingdi yang merupakan seorang pendukung Buddha menemukan biksu menyalakan lampion di kuil-kuil untuk menunjukkan rasa hormat kepada Buddha pada hari ke-15 bulan bulan Imlek.
Sejak saat itu ia memerintahkan semua kuil, rumah dan istana merayakan lampion yang kemudian dikenal sebagai Festival Lampion.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.