Brandon juga mencatat bahwa kehadiran para sugar daddy di negara-negara itu berkaitan dengan semakin pesatnya ekonomi yang menarik banyak investor asing mendirikan bisnis di negara tersebut. Itu alasan salah satu kenapa jumlah sugar daddy makin meningkat.
"Jadi, enggak heran mengapa Asia tampaknya menjadi sarang sugar daddy, terutama di kawasan perkotaannya," sambungnya.
Data lebih lengkap mencatat bahwa setelah Malaysia, posisi keempat negara di Asia dengan jumlah sugar daddy terbanyak adalah Jepang (32.500), disusul Hong Kong (28.600), Taiwan (27.300), Vietnam (12.000), Korea Selatan (7.000), Sri Langka (5.000), dan Kamboja (3.500).
(Helmi Ade Saputra)