Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beda Parosmia dan Anosmia, Gejala Covid-19 Serang Indera Penciuman

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 08 Februari 2021 |17:04 WIB
Beda Parosmia dan Anosmia, Gejala Covid-19 Serang Indera Penciuman
Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)
A
A
A

Kemudian, apa itu parosmia?

Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan dan kepala leher (THT-KL) Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada, dr Anton Sony Wibowo, SpTHT-KL, MSc, FICS, menerangkan bahwa parosmia adalah gejala gangguan penghidu atau penciuman yang membuat seseorang merasa membau secara berbeda dari seharusnya.

"Pasien dengan parosmia mempersepsikan bau yang tidak sesuai dengan kenyataannya," kata dr Anton, dikutip dari laman resmi UGM.

Parosmia

Misalnya, membau bunga mawar seharusnya harum, tetapi pasien mempersepsikan dengan bau yang lain seperti bau tidak enak atau bau lainnya. Dokter Anton menjelaskan persepi bau yang muncul akibat parosmia beragam, hal itu berbeda dengan gangguan penciuman cacosmia yang membuat seseorang membau tidak enak secara terus menerus.

Dosen FKKMK UGM ini mengatakan gejala parosmia cukup banyak dijumpai pada pasien Covid-19 di luar negeri. Dalam beberapa penelitian di luar negeri diketahui kemunculan parosmia cukup banyak berkisar antara 50,3 hinga 70 persen. Sementara di Indonesia penelitian terkait parosmia belum banyak dilakukan.

Parosmia dapat terjadi pada pasien Covid-19 akibat virus SARS-Cov2 memengaruhi jalur proses penciuman seseorang. Hal tersebut bisa dari reseptor saraf penciuman (saraf kranial 1), saraf penciuman, atau sampai dengan pusat persepsi saraf penciuman.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement