Advertisement
Advertisement
988

Mengenal Covid Tongue, Calon Gejala Baru Covid-19?

Pradita Ananda , Jurnalis-Jum'at, 29 Januari 2021 |13:47 WIB
Mengenal Covid Tongue, Calon Gejala Baru Covid-19?
Pandemi Covid-19 (Foto: Today Show)
A
A
A

Kabar kurang baik kembali datang seputar perkembangan penyakit Covid-19. Kali ini mengenai kondisi kesehatan yang disebut Covid Tongue, yang kemungkinan bisa berpeluang menjadi gejala baru dari Covid-19.

Covid tongue dilaporkan oleh seorang peneliti di Inggris, Tim Spector, Profesor Epidemiologi Genetik di King’s College London, sekaligus peneliti yang ikut melacak tanda peringatan Covid-19).

 tanda Covid Tongue kanan

Tim melaporkan banyak kasus dari orang-orang yang terinfeksi mengaku mengalami perubahan warna pada lidah, pembesaran dan masalah mulut lainnya, seperti dilapor Today, Jumat (29/1/2021).

“Melihat pertambahan angka Covid tongue dan sariawan yang aneh, jika Anda punya gejala yang aneh atau hanya sekedar sakit kepala dan kelelahan. Tetap tinggal di rumah!,” tulis Tim di akun Twitter pribadinya.

Tim menyakini lebih dari 1/3 pasien Covid-19 atau sekira 35% pasien mengalami gejala non-klasik Covid-19 ini di tiga hari pertama.

“Jadi penting untuk memperhatikan ruam-ruam di kulit, bagian jari kaki (Covid toes) dan sinyal-sinyal lainnya yang diabaikan,” lanjutnya.

Senada dengan Tim, para peneliti lainnya juga melaporkan kasus gejala pada lidah dan mulut terkait dengan varian virus corona yang baru.

Untuk diketahui, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Dermatology, ketika para dokter, mempelajari 666 orang pasien positif Covid di Spanyol, lebih dari sepersepuluhnya atau sekitar 78 orang menunjukkan ada temuan di rongga mulut.

Di grup tersebut 11% mengalami inflamasi pada benjolan kecil di permukaan lidah, 6% lainnya mengalami lidah bengkak dan meradang dengan lekukan di samping, 6% juga menderita sariawan, 4% terlihat ada area yang 'tidak rata' di lidahnya dan sebanyak 4% mengalami pembengkakan jaringan di mulut.

Selama ini, masalah di area lidah dan mulut (selain sakit tenggorokan) memang tidak ada dalam daftar deretan gejala Covid-19 yang dikumpul dan dipublikasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), meski CDC mengakui bahwa mereka masih terus mempelajari soal virus corona baru sehingga laman yang memuat deretan daftar gejala Covid-19 belum memasukkkan semua pertanda sinyal peringatan.

Sementara itu, Dr. William Schaffner, Profesor Penyaki Menular dari Vanderbilt University School of Medicine, Nashville, Tennessee mengaku, ia selama ini belum pernah melihat langsung kasus Covid tongue walau sudah pernah mendengar pembahasan soal kondisi ini.

Menurutnya, masalah mulut dan lidah ini bukan terkait dengan virus corona baru tapi lebih terkait dengan efek domino dari penyakit Covid-19 itu sendiri.

“Mungkin bukan karena mulut rentan terhadap virus corona baru, tetapi Covid bisa menyebabkan keadaan kekebalan sehingga virus lain seperti herpes labialis (virus herpes di atas pinggang) atau virus herpes simpleks tipe 1, yang menyebabkan infeksi pada bibir, mulut, atau gusi itu mungkin bisa jadi aktif. Para peneliti masih harus memastikan apakah masalah mulut dan lidah ini memang terkait ada hubungannya dengan Covid-19,” terang Dr. William.

Begitu juga catatan dari Dr. Waleed Javaid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Mount Sinai Downtown, New York. Ia menilai, Covid tongue saat ini belum bisa dijadikan alat diagnostic untuk penyakit Covid-19 karena dialami oleh orang berjumlah sedikit.

“Orang-orang bereaksi berbeda terhadap penyakit yang berbeda,” pungkasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement