Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Covid-19 Jenis Baru Lebih Berbahaya?

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Kamis, 28 Januari 2021 |08:17 WIB
Benarkah Covid-19 Jenis Baru Lebih Berbahaya?
Ilustrasi persebaran covid-19. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Bagaimana penyebarannya?

Diah Handayani yang juga merupakan dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan menjelaskan bahwa 2019-nCoV adalah virus yang menyerang sistem pernapasan manusia.

Bedanya dengan virus lain, jelas Diah, virus corona ini memiliki virulensi atau kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang fatal.

Menurut Diah, virus ini berbahaya jika telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal dengan sebutan pneumonia, yaitu infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh virus dan berbagai mikroorganisme lain, seperti bakteri, parasit, jamur, dan lainnya.

"Pertukaran oksigen tidak bisa terjadi sehingga orang mengalami kegagalan pernapasan. Itulah mengapa virus ini berat karena bukan lagi hanya menyebabkan flu atau influensa tapi dia menyebabkan pneumonia," ungkap Diah saat dihubungi BBC Indonesia.

Ia melanjutkan, proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernapasan. Virus ini masuk melalui saluran napas atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru.

"Sebenarnya belum 100 persen. Tapi dilihat dari sekian ratus kasus yang dipelajari, dan sifat dasar virus, maka inkubasi virus ini dua sampai 14 hari. Itu mengapa kita mewaspadai periode dua minggu itu," jelasnya.

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement