Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada! Ini 3 Tanda Tubuh Kekurangan Omega-3

Novie Fauziah , Jurnalis-Selasa, 26 Januari 2021 |11:28 WIB
Waspada! Ini 3 Tanda Tubuh Kekurangan Omega-3
Ilustrasi asupan omega-3. (Foto: Frolicsomepl/Pixabay)
A
A
A

OMEGA-3 adalah komponen penting untuk tubuh. Nutrisi ini nantinya menghasilkan molekul pemberi sinyal eicosanoid yang membantu sistem kekebalan, paru, kardiovaskular, dan endokrin jadi bekerja dengan baik.

Omega-3 merupakan sejenis asam lemak tak jenuh ganda (PUFA). Omega-3 penting dalam makanan, termasuk asam eicosapentaenoic (EPA) dan asam docosahexaenoic (DHA), serta asam alfa-linolenat (ALA) prekursor esensial mereka.

Baca juga: Ingin Body Ideal? Hindari 10 Kesalahan DEBM bagi Pemula! 

Dikutip dari laman Healthline, Selasa (26/1/2021), kekurangan omega-3 berarti tubuh Anda tidak mendapatkan cukup lemak omega-3. Hal ini dapat membuat risiko terkena dampak kesehatan yang negatif.

Sampai saat ini beberapa penelitian telah menyelidiki tanda dan gejala kekurangan omega-3 secara khusus. Namun para ilmuan tengah melakukan penelitian, dan berikut ini ciri-ciri yang berpotensi kekurangan omega-3, antara lain:

Ilustrasi kulit iritasi.

1. Kulit iritasi dan kering

Jika tubuh Anda kekurangan lemak omega-3, salah satu area pertama yang diperhatikan adalah bagian kulit. Misalnya, kulit sensitif, kering, atau bahkan peningkatan jerawat yang tidak biasa mungkin merupakan tanda kekurangan omega-3 pada beberapa orang.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen omega-3 dapat membantu mengurangi jerawat dan peradangan kulit. Mengonsumsi suplemen EPA dan DHA dapat mengurangi seberapa sensitif kulit Anda terhadap sinar ultraviolet.

Baca juga: Konsumsi Omega-3 Bisa Cegah Bayi Prematur Lho 

2. Depresi

Lemak omega-3 merupakan komponen penting dari otak dan diketahui memiliki efek pelindung saraf dan anti-inflamasi. Bahan ini bahkan dapat membantu mengobati penyakit neurodegeneratif dan gangguan otak, seperti penyakit alzheimer, demensia, hingga gangguan bipolar. Banyak penelitian menunjukkan korelasi antara status omega-3 yang rendah dan insiden depresi yang lebih tinggi.

Ilustrasi depresi. (Foto: Jcomp/Freepik)

3. Mata kering

Lemak omega-3 berperan dalam kesehatan mata, termasuk menjaga kelembapan mata dan bahkan mungkin produksi air mata. Oleh karena itu, banyak penyedia layanan kesehatan meresepkan suplemen omega-3 untuk membantu meringankan sindrom mata kering. Gejala ini sering termasuk ketidaknyamanan mata dan bahkan gangguan penglihatan.

Baca juga: 4 Parameter Utama yang Membuat PPKM Jawa-Bali Diperpanjang 

Ilustrasi mata kering.

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement