Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sudah Divaksin Tetapi Bisa Positif Covid-19? Begini Penjelasan Kemenkes

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Selasa, 26 Januari 2021 |08:04 WIB
Sudah Divaksin Tetapi Bisa Positif Covid-19? Begini Penjelasan Kemenkes
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
A
A
A

Pemerintah resmi memulai program vaksinasi Covid-19 tahap pertama pada 13 Januari 2021. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang ragu untuk divaksin. Sebab beredar kabar bahwa seseorang justru akan positif Covid-19 usai divaksin.

Merangkum dari Instagram resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) @kemenkes_ri, Selasa (26/1/2021) berikut penjelasan mengapa orang yang di vaksin masih bisa terinfeksi Covid-19.

Vaksinasi Covid-19

1. Vaksinasi Covid-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan dan perlu waktu satu bulan untuk ciptakan imunitas.

2. Suntikan pertama dilakukan untuk memicu respon kekebalan awal. Sementara suntikan kedua untuk menguatkan respon imun.

3. Vaksin membutuhkan waktu 14-28 hari setelah penyuntikan kedua, untuk membangun jumlah antibodi yang optimum supaya memberikan perlindungan yang maksimal.

“Vaksin Sinovac adalah vaksin yang berisi virus mati atau inactivated. Jadi hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi. Bilamana seseorang dinyatakan positif setelah vaksinasi, artinya sudah terpapar Covid-19 tapi tidak menunjukkan gejala,” tulis Kemenkes.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement