Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ternyata Vaksin Covid-19 Pfizer Lebih Berbahaya dibanding Sinovac Loh

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 22 Januari 2021 |12:43 WIB
Ternyata Vaksin Covid-19 Pfizer Lebih Berbahaya dibanding Sinovac <i>Loh</i>
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
A
A
A

VAKSIN Covid-19 Sinovac mencatakan efikasi sebesar 65,3 persen. Angka ini jauh di bawah Pfizer sebesar 95 persen dan Moderna sebesar 94,5 persen.

Tapi, tahukah Anda bahwa efek samping yang ditimbulkan vaksin Covid-19 buatan China itu ternyata lebih ringan dibandingkan dua rivalnya.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Tangerang dr Tolhas Banjarnahor, SpPD-FINASIM, efek samping yang dihasilkan Pfizer dan Moderna itu cukup berat yaitu hingga penyakit level 3 (hingga membutuhkan perawatan).

"Persentase efek samping Pfizer itu 1,5 persen dan Moderna sebesar 4, persen. Sementara, vaksin Sinovac hanya memiliki efek samping 0,1 persen (sama dengan efek samping vaksin flu)," ujar dr. Tolhas melalui keterangan resmi yang diterima MNC Portal.

d

Artinya, risiko yang ditimbulkan vaksin Sinovac sangat kecil, dibandingkan manfaatnya yang dapat menimbulkan herd immunity (kekebalan kelompok).

Hal ini yang sedang diincar pemerintah dalam program vaksinasi, yaitu terbentuk herd immunity sebesar 70 persen. "Dengan akumulasi, 180 juta orang Indonesia harus divaksin," tambahnya.

Secara umum, efek samping yang timbul usai divaksin Covid-19 ialah nyeri di tempat penyuntikan, kemerahan, bengkak, nyeri otot, badan terasa lemah, nyeri kepala, menggigil, demam, hingga reaksi yang berat seperti reaksi alergi berat.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement