Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Deretan Wisata Alam di Melonguane, Kabupaten Talaud

Fatha Annisa , Jurnalis-Jum'at, 22 Januari 2021 |14:00 WIB
Deretan Wisata Alam di Melonguane, Kabupaten Talaud
Wisatawan di Pulau Sara. (Foto: Instagram discovertalaud)
A
A
A

Gunung Piapi

Bagi pecinta olahraga pendakian gunung, Gunung Paipi bisa menjadi pilihan mengasyikan. Gunung berketinggian kurang lebih 864 meter dari permukaan laut ini menyajikan tantangan berupa jalur dakian yang terjal dan turunan yang curam. Perlu kehati-hatian ekstra dan stamina serta mental yang kuat bagi siapa saya yang ingin mendaki gunung ini.

Air Terjun Ampadoap

air terjun

(Instagram windynegara)

Objek wisata selanjutnya adalah sebuah Air Terjun yang sangat populer di kalangan wisatawan, yakni Air Terjun Ampadoap. Nama Ampadoap diambil karena di lokasi tersebut terdapat dua air terjun yang saling berhadapan. Keduanya jatuh di antara bebatuan dan aliran airnya bertemu di satu titik sebelum akhirnya mengalir bersama mengarungi anak sungai. Ya, dalam Bahasa lokal Ampadoap itu sendiri berarti saling menghadap satu sama lain.

Baca Juga: Deretan Potensi Wisata Tambrauw yang Bisa Dikembangkan Pemprov Papua Barat

Air terjun ini dikelilingi oleh pepohonan yang membuat udara sekitar menjadi sejuk. Airnya juga jernih dan menyegarkan karena mengalir dari kawasan hutan yang masih perawan. Terdapat tempat bersantai di tengah kedua air terjun ini. Sangat cocok untuk menikmati minuman panas sambil bercengkrama dengan teman atau sanak keluarga.

Monumen Tuhan Yesus Raja Memberkati

Jika Rio de Janeiro punya Christ the Redeemer atau Patung Kristus Penebus, Melonguane juga memiliki objek wisata religi masyarakat Nasrani serupa. Lokasinya berada di atas puncak bukit batu Melonguane kompleks perkantoran Pemerintahan Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud. Monumen Tuhan Yesus Raja Memberkati memiliki tinggi sekiranya 34 meter.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement