Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Remehkan Diare, Bisa Jadi Penyakit Autoimun Loh

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Rabu, 20 Januari 2021 |19:46 WIB
Jangan Remehkan Diare, Bisa Jadi Penyakit Autoimun <i>Loh</i>
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

DIARE mungkin menjadi salah satu penyakit yang dianggap remeh oleh masyarakat. Namun, jika tidak diobati secara tepat diare bisa menjadi indikasi penyakit inflammatory bowel disease (IBD) peradangan usus kronis dan irritable bowel syndrome (IBS).

IBD bisa menciptakan komplikasi hingga kematian bagi para penderitanya. Sayangnya, sampai saat ini kesadaran masyarakat masih rendah terhadap bahaya IBD. Sebab gejala umum IBD adalah diare, di mana masyarakat masih sulit membedakan diare biasa dengan diare yang mengarah pada IBD.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Gastroenterologi Hepatologi RSCM-FKUI, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD-KGEH, menjelaskan, IBD dan IBS adalah dua gangguan pencernaan yang berbeda, meskipun perbedaan keduanya dapat membingungkan banyak orang.

IBD merupakan sekelompok penyakit autoimun, yang ditandai dengan peradangan pada usus kecil dan besar. Di mana elemen sistem pencernaan diserang oleh sistem kekebalan tubuh sendiri. IBD ditandai dengan peradangan saluran cerna berulang akibat respons imun yang abnormal terhadap mikroflora usus.

Diare

“Baik IBD maupun IBS menyebabkan sakit perut, kram, dan buang air besar yang mendesak (diare). IBS masih diklasifikasi sebagai gangguan fungsional dan tidak menimbulkan peradangan, sedangkan IBD diklasifikasi sebagai gangguan organik yang disertai dengan kerusakan pada saluran cerna,” terang Prof Murdani dalam Seminar Virtual ‘Waspada Komplikasi dan Kematian akibat IBD’.

Baik IBD maupun IBS, tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan apabila tidak mendapatkan tindakan dengan benar sejak dini. Namun, Prof Murdani mengatakan IBD jauh lebih berbahaya dan bisa merusak sistem pencernaan penderitanya secara permanen.

“IBD tentu lebih berbahaya karena dapat menyebabkan peradangan yang merusak dan kerusakan ini bisa bersifat permanen pada usus, bahkan salah satu komplikasinya bisa meningkatkan risiko Kanker Usus Besar,” tambahnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement