Studi yang diterbitkan di jurnal sains Royal Society mengungkapkan bahwa monyet di Pura Uluwatu Bali dapat mengenali barang mewah, mencurinya, dan minta tebusan makanan untuk mendapatkan kembali barang mewah yang telah dicuri. Barang mewah yang kerap dicuri monyet di Pura Uluwatu Bali antara lain tas, topi, kacamata hitam, tablet, bahkan ponsel.
Para peneliti dari Universitas Lethbridge, Kanada, dan Universitas Udayana, Indonesia, menilai bahwa monyet ekor panjang di lokasi tersebut cukup cerdas mengenali barang mana yang memiliki nilai tinggi atau mahal.
Monyet-monyet tersebut baru akan melepaskan barang curian kalau sudah diberikan imbalan makanan yang mereka anggap memiliki nilai yang sesuai dengan apa yang mereka curi.

Laporan CNN, peneliti meyakini, perilaku tersebut menunjukkan proses pengambilan keputusan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara monyet yang diamati sebagai bagian dari penelitian.
Lebih lanjut, para peneliti pun menyimpulkan bahwa selain mampu menggunakan barang mewah untuk meminta imbalan makanan tertentu, kemampuan monyet untuk barter dinilai meningkat seiring bertambahnya usia dan pengalaman.
"Ada asosiasi perilaku yang jelas antara kepemilikan barang bernilai tinggi dengan kuantitas atau kualitas hadiah makanan yang ditolak atau diterima oleh monyet. Monyet tua lebih pandai memilih barang yang jauh lebih mahal," kata penulis.