Ini sangat meresahkan karena virus corona terus menyebar di seluruh dunia, memicu krisis kesehatan mental. Apalagi orang-orang harus menghadapi isolasi, tekanan ekonomi, dan ketidakpastian tentang masa depan. Ini bisa menimbulkan stres. Hal ini juga jadi tantangan yang bisa melemahkan kemanjuran vaksin, terutama di kalangan lansia.
"Selain dampak fisik Covid-19, pandemi memiliki komponen kesehatan mental yang sama-sama mengganggu, menyebabkan kecemasan dan depresi, di antara banyak masalah terkait lainnya. Stres emosional seperti ini dapat memengaruhi sistem kekebalan seseorang, mengganggu kemampuan mereka untuk menangkal infeksi," kata Annelise Madison, seorang peneliti di Ohio State University seperti dilansir Times of India pada Senin (18/1/2020).
Namun kabar baiknya, menurut para peneliti, vaksin Covid-19 yang sudah beredar 95% efektif. Meski begitu, faktor psikologis dan perilaku kesehatan dapat memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan kekebalan dan dapat memperpendek durasi kekebalan.
Berdasarkan penelitian sebelumnya, salah satu strategi yang disarankan para peneliti adalah melakukan olahraga dan tidur nyenyak dalam 24 jam sebelum vaksinasi sehingga sistem kekebalan Anda beroperasi pada kinerja puncak. Ini dapat membantu memastikan bahwa respons imun terbaik dan terkuat terjadi secepat mungkin.
"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa intervensi psikologis dan perilaku dapat meningkatkan daya tanggap vaksin. Bahkan intervensi jangka pendek pun bisa efektif," kata Madison.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.