Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warganet Hujat Turis Amerika yang Viral Ajak Bule Eksodus ke Bali

Salsabila Jihan , Jurnalis-Senin, 18 Januari 2021 |14:20 WIB
Warganet Hujat Turis Amerika yang Viral Ajak Bule Eksodus ke Bali
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
A
A
A

TURIS asing Kristen Gray mendadak viral gara-gara mengajak orang asing pindah ke Bali di masa pandemi Covid-19. Unggahannya itu menuai banyak kritikan.

Sejak hari Minggu 17 Januari 2021 hingga saat ini, masih banyak warga Twitter yang membahas persoalan turis asing asal AS yang tinggal di Bali. Pasalnya, Kristen Gray menuliskan pengalamannya melancong ke Bali bersama kekasihnya pada 2019 lalu setelah ia kehilangan pekerjaannya.

Awalnya, ia hanya mencoba untuk tinggal di Bali selama enam bulan untuk bekerja sebagai desainer grafis. Namun tertahan hingga satu tahun di Bali. Setelah mendapatkan sejumlah uang, mereka menyatakan bahwa biaya hidup di Bali jauh lebih murah daripada di AS.

Ia juga merasa mendapat keuntungan saat hidup di Bali, seperti keamanan, biaya hidup yang rendah, gaya hidup mewah, ramah dengan LGBT, dan terdapat komunitas kulit hitam di Bali.

Baca Juga: Viral Turis Amerika Ajak Bule Ramai-Ramai ke Bali saat Pandemi Covid-19

turis

Pada cuitannya yang lain, ia mempromosikan ebook yang ia buat, Our Bali Life is Yours, untuk para orang asing yang ingin menggapai mimpi yang sama. Ia juga mengaku memiliki agen visa khusus dan memberikan cara agar bisa masuk ke Indonesia saat pandemi Covid-19.

Pemilik akun @evelynvwoodsen, menjelaskan apa isi dari buku yang dijual oleh Gray, "Jadi di ebooknya, ia menceritakan tentang bagaimana cara menghindari aturan dan protokol kesehatan selama pandemi, memperpanjang visanya, dan tidak membayar pajak. Ya, Indonesia perlu mengeluarkan mereka dari sana."

Ebook tersebut dijual oleh Gray seharga USD30 atau sekira Rp400 ribu.

 

Karena cuitan Gray tersebut, warga Twitter berbondong-bondong mengeluarkan pendapat dan kritikan mereka mengenai aksi kedua turis asal AS itu.

"Pajaknya jalan enggak ya? Hebat banget setahun di Bali nggak bayar pajak, mentang-mentang biaya hidupnya murah. Bagaimana tentang visanya? Lucu banget deh, jadi keenakan lama2 ya," cuit salah satu pemilik akun Twitter.

"Bukan cuman karena ngga bayar pajak aja sih, tapi dia ngasi tau orang² di luar sana tentang bagaimana cara untuk hidup di bali dengan cara yang ilegal di masa pandemi. Kurang lebih begitu yg dia tulis di bukunya." cuit akun lain.

"Ini basic pengetahuan pajak ya. Mba-mba bule di Bali yang lagi rame itu memenuhi syarat menjadi Subjek Pajak Dalam Negeri. 👌"

Baca Juga: Benteng Vasternburg Disulap Jadi RS Lapangan Covid-19

Komentar agar kedua warga asing tersebut dideportasi juga dilontarkan oleh warga Twitter.

"Orang itu harusnya sudah jadi buronan dan siap buat di deportasi. Harusnya perangkat desa sudah mulai sweeping. no visa = out," tulis salah satu akun.

"Semoga doi cepet di deportasi dah" cuit akun lain.

"Di Jerman kalau ada org asing yg ketauan overstay bakalan langsung di deportasi dan pulangnya dikawal dua polisi sampai ke negara asal. Polisi ini hrs dibayar sm org itu akomodasinya plus tetep bayar denda juga. Passpor jg kena banned selama beberapa tahun," tulis akun lain.

(Dewi Kurniasari)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement