Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wamenkes Ungkap Alasan Penyintas Covid-19 Belum Bisa Diberi Vaksin

Diana Rafikasari , Jurnalis-Minggu, 17 Januari 2021 |10:24 WIB
Wamenkes Ungkap Alasan Penyintas Covid-19 Belum Bisa Diberi Vaksin
Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)
A
A
A

PROGRAM vaksinasi covid-19 di Indonesia sudah dimulai. Vaksin covid-19 akan diprioritaskan untuk masyarakat yang belum terinfeksi virus corona. Sedangkan para penyintas covid-19 belum masuk kriteria penerimanya.

Terkait hal ini, Wakil Menteri Kesehatan Dokter Dante Saksono Harbuwono mengatakan penyintas atau seseorang yang pernah terinfeksi covid-19 tidak masuk kriteria penerima vaksin karena sudah memiliki antibodi terhadap virus corona.

Baca juga: Tidak Semua Penyintas Covid-19 Bisa Donor Plasma Konvalesen, Ini Kriterianya 

"Yang positif biasanya sudah mempunyai antibodi. Antibodi tersebut adalah kekebalan atau imunitas terhadap covid-19. Jadi tidak perlu lagi," jelas Dante usai disuntik vaksin bersama tenaga kesehatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

"Walaupun antibodi tersebut bisa turun, kita prioritaskan yang belum terkena, sehingga akan mempunyai imunitas," tambahnya.

Baca juga: Intip Aksi Petinju Cantik Fatima Dudieva Main Ski

Ia menerangkan, vaksinasi akan membentuk imunitas. Pada dasarnya imunitas ada dua jenis yakni imunitas alami yang terbentuk setelah menderita penyakit dan imunitas buatan yang distimulasi dengan menggunakan antigen tertentu. Oleh karena itu, vaksin diberikan kepada mereka yang belum terinfeksi covid-19.

"Nah, ini makannya kita pilih orang-orang yang belum terkena covid-19 karena pembentukan imunitas ini dilakukan secara buatan," ungkap Dante.

Ia melanjutkan, vaksinasi covid-19 adalah proses kebersamaan. Tujuan diberikannya vaksinasi tidak hanya untuk diri sendiri, tapi kepentingan bersama, sehingga tercapai herd immunity atau kekebalan bersama.

Baca juga: Selain Dewi Perssik, Penyintas Covid-19 Ini Juga Ungkap Alami Ruam Merah 

Dante menambahkan, adapun untuk mencapai kekebalan bersama hingga 70 persen populasi, pemerintah akan melakukan secara persuasif.

"Jadi yang dicapai dari proses vaksinasi itu bukan proses kekebalan individu, tapi ujung akhirnya herd immunity atau kekebalan bersama, sehingga proses-proses itu harus dilewati dan kekebalan tersebut harus kita jaga bersama-sama," pungkasnya.

Baca juga: Studi: Kekebalan Penyintas Covid-19 Bertahan 8 Bulan Usai Terinfeksi 

Info grafis vaksin covid-19. (Foto: Okezone)

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement