Foto itu telah diposting ulang ribuan kali di Twitter dan Instagram, dan banyak pengguna media sosial memuji adegan 'menyentuh' dan 'indah' tersebut.
A beautiful photo that shows how Israelis come together in a time of crisis.
— Magen David Adom (@Mdais) March 24, 2020
MDA's staff and volunteers may come from different religions and backgrounds, but all of them are integral and committed to helping Israelis fight #coronavirus #Israel #Covid_19 pic.twitter.com/f7WaBcvaNz
A beautiful photo that shows how Israelis come together in a time of crisis.
— Magen David Adom (@Mdais) March 24, 2020
MDA's staff and volunteers may come from different religions and backgrounds, but all of them are integral and committed to helping Israelis fight #coronavirus #Israel #Covid_19 pic.twitter.com/f7WaBcvaNz
"Caught on Camera: selingan doa di tengah hari yang sibuk oleh paramedis #Jewish dan #Muslim @Mdais yang nantinya akan terus berjuang bersama #CoronaVirus. Foto yang menyentuh, bukan?" Kata seorang pengguna Twitter.
Abu Jama mengatakan, dalam hal keyakinan dan kepribadian, semua percaya pada hal yang sama dan memiliki kesamaan.
"Saya percaya dia adalah orang yang memberi dan menerima perasaan terhormat dan itu penting. Saya percaya bahwa Tuhan akan membantu kita dan kita akan melewati ini. Kita semua harus berdoa kepada Tuhan untuk membantu kita melewati ini, dan kita akan melewati krisis dunia ini," katanya.
Begitu juga dengan Mintz, menurutnya seluruh dunia tanpa melihat keyakinan yang dianut, bersama-sama berdoa untuk melewati cobaan ini.
"Semua orang takut dengan virus. Begitu pula kita, tetapi kita memiliki keyakinan bahwa segala sesuatu di bawah kendali Tuhan, terpujilah Dia. Kami berdua percaya ini," terangnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)