Tugas ketiga, kata dr Fajri, menjalin komunikasi publik yang jelas, mudah dicerna dan dipahami, tidak ada gestur meremehkan tapi yang serius, serta mengajak masyarakat untuk berdialog sebagai bagian dari subjek pandemi covid-19.
"Masyarakat ini kan terbagi menjadi masyarakat elite dan masyarakat umum secara luas. Dengan merangkul semuanya, maka akan jauh lebih baik nanti. Ketiga adalah bagaimana komunikasi dengan daerah," sambungnya.
Baca juga: Sebelum Jadi Menkes, Budi Gunadi Sadikin Serius Pantau Produksi Vaksin Covid-19
Dokter Fajri mencontohkan dalam hal testing covid-19 yang terfokus hanya di Jakarta. Sebab 20 sampai 30 persen data yang diperoleh berasal dari Jakarta. Oleh karena itu, hal seperti ini masih menjadi perhatian juga, di mana harus menyamaratakannya di semua daerah.
"Sebab Indonesia ini luas terdiri dari banyak pulau. Bahkan pada data 9 Desember 2020 dari BPNB, Papua Barat menjadi salah satu yang tinggi, begitupun Mimika. Itu artinya penyebaran kan sudah jauh. Kembali lagi edukasi dan menghapus disinformasi," tuntasnya.

(Hantoro)