Vaksinasi Covid-19 menjadi isu global yang banyak dibicarakan. Bukan hanya soal jenis vaksin apa yang paling oke, tetapi publik pun bertanya teknik vaksinasi selain disuntik apakah ada?
Tak bisa dipungkiri, banyak orang yang takut akan jarum suntik. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi negara yang ingin melakukan vaksinasi massal kepada warganya.
Nah, bicara soal teknik vaksinasi, menurut laporan The Vox, ada 7 cara vaksinasi selain disuntik yang sudah diterapkan dalam dunia medis. Apa saja teknik tersebut?
1. Vaksin mikroinjeksi
Meski terdengar sama-sama disuntik, teknik yang satu ini sejatinya tidak menggunakan jarum. Ya, vaksin dimasukkan ke dalam alat lalu disemprotkan ke tubuh dengan tekanan tinggi - semburan cairan masuk ke dalam kulit.
2. Vaksin semprot hidung

Pilihan vaksinasi tanpa jarum lainnya adalah vaksin flu semprot hidung. FluMist yang telah ada selama bertahun-tahun menjadi alternatif lain dari teknik vaksinasi yang ada di dunia medis.
Perbedaan dari vaksinasi ini adalah semprotan hidung memerlukan penggunaan virus flu hidup (meski dalam versi yang lebih lemah), tidak seperti suntikan flu standar.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan anak-anak berusia 2 hingga 8 tahun mendapatkan semprotan hidung, karena penelitian menunjukkan bahwa vaksin tersebut bekerja lebih baik untuk kelompok tersebut daripada suntikan standar.
Baca Juga : Jangan Khawatir, Ini Efek yang Timbul Usai Disuntik Vaksin Covid-19
3. Vaksin injektor kulit
Kebanyakan vaksin yang disuntikkan itu mengarah ke otot, tapi untuk vaksin ini sasaran utamanya adalah kulit. Vaksin Fluzone Intradermal menggunakan microneedle yang mana capaian jarumnya hanya di kulit.
Keunggulan vaksin ini adalah karena kulit memiliki banyak sel kekebalan, suntikkan yang dibutuhkan jadi lebih sedikit dibandingkan vaksin tradisional.
4. Vaksin 'Microneedle-patch'

Para peneliti di Georgia Tech dan Emory University mengerjakan 'microneedle patch' yang tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali. Sebab, vaksin yang disuntikkan hanya menyasar ke kulit.