Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Klaster Liburan, Polres Gunung Kidul Tak Izinkan Perayaan Tahun Baru 2021

Antara , Jurnalis-Jum'at, 18 Desember 2020 |07:04 WIB
Cegah Klaster Liburan, Polres Gunung Kidul Tak Izinkan Perayaan Tahun Baru 2021
Salah satu destinasi pantai di Gunungkidul (Foto: Antara)
A
A
A

KEPOLISIAN Resor Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak mengeluarkan izin keramaian untuk perayaan malam Tahun Baru 2021 dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Kasubag Humas Polres Gunung Kidul, Iptu Suryanto di Gunung Kidul mengungkapkan, Polres Gunung Kidul siap mengamankan libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, namun pihaknya memastikan tidak akan mengeluarkan izin keramaian untuk kegiatan Tahun Baru 2021.

"Polres Gunung Kidul telah bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan pihak terkait guna mengantisipasi hal ini,” kata Suryanto.

Baca juga: Jelang Libur Nataru, Gunungkidul Siapkan Pengamanan Jalur Wisata

Menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membatasi kegiatan di tempat-tempat hiburan seperti ketentuan yang dilaksanakan selama pandemi. Meski demikian menyangkut kegiatan hajatan dipersilakan namun tetap dengan penerapan protokol kesehatan.

"Semua kegiatan harus mendapat izin dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Gunung Kidul dan Polres Gunung Kidul. Tanpa ada izin, kegiatan akan dibubarkan," katanya.

Sementara, Sekda Gunung Kidul, Drajat Ruswandono mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas. Ia berharap semua pihak memahami ketugasan masing-masing.

“Protokol kesehatan menjadi prioritas agar Covid-19 tidak semakin meluas. Setelah rapat ini akan ada peninjauan ke lokasi objek vital yang berpotensi mengundang kerumunan,” kata Drajat Ruswandono.

Terkait dengan wisatawan, lanjut Drajat, mulai 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021 sebenarnya Dinas Pariwisata (Dispar) Gunung Kidul akan terus melakukan pemantauan di objek wisata.

“Sehingga jika ada kerumunan pihak aparat sepakat untuk dibubarkan. Semua aktivitas dibatasi termasuk di Alun-Alun Wonosari, tidak ada aktivitas pergantian malam Tahun Baru," katanya.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunung Kidul, Harry Sukmono mengatakan, target PAD 2020 sebesar Rp13,97 miliar. Realisasi sampai dengan 30 November 2020 sebesar Rp12,50 miliar atau 89.5 persen.

"Target libur Nataru mulai 24 Desember 2020 sampai dengan 3 Januari 2021 sebanyak 204.822 kunjungan dengan jumlah pendapatan sebesar Rp1,54 miliar," katanya.

Pihaknya juga menetapkan target terukur pada tahun depan. Misalnya, target 1 Januari 2021 sampai dengan 3 Januari 2021 jumlah pengunjung 57.765 orang dengan jumlah pendapatan Rp439,59 juta. "Namun untuk saat ini terpenting adalah penerapan protokol kesehatan," kata Harry.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement