Niluh juga menuturkan bahwa semenjak pariwisata Bali dibuka untuk wisatawan, masyarakat Bali sungguh senang. Apalagi saat libur Natal dan Tahun Baru nanti, pelaku pariwisata Bali akan kembali bernapas.
"Masyarakat Bali sangat senang karena setelah 10 bulan mati suri akhirnya bisa bernapas kembali. Ah itu pemikiran seorang rakyat jelata yang tulus sayang pada sesamanya," ujarnya.
Baca Juga: Liburan ke Bali Bawa Hasil Swab, Niluh Djelantik Kirim Surat Terbuka ke Gubernur Koster
Menurutnya, meski surat edaran Gubernur Koster telah dikeluarkan dan seandainya revisi, tetaplah wisatawan akan membatalkan liburan ke Bali. Desainer asal Bali itu juga menimbang kerugian uang yang dikeluarkan wisatawan untuk berlibur.
"Surat sudah dikeluarkan. Seandainyapun direvisi. Berapa ribu pembatalan yang sudah terjadi? Berapa kerugian rakyat Indonesia yang sudah mengeluarkan uang hasil kerja kerasnya bersiap untuk support Bali?," katanya.
"Siapa yang akan bertanggung jawab? Yang bikin aturan mau ganti rugi? Belum lagi rasa kecewa tingkat dewa karena musti atur ulang jadwal liburan 🥺," bebernya.
Saking kesalnya, Niluh Djelantik juga menilai bahwa regulasi baru liburan ke Bali harus bawa surat swab test negatif Covid-19 ini bakal menyengsarakan masyarakat.
"Lama-lama rakyat mati bukan karena Corona tapi karena pengambilan kebijakan grasa grusu yang ujung-ujungnya menyengsarakan rakyat," kata Niluh.
(Dewi Kurniasari)