Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Libur Nataru, Gunungkidul Siapkan Pengamanan Jalur Wisata

Antara , Jurnalis-Kamis, 17 Desember 2020 |12:03 WIB
Jelang Libur Nataru, Gunungkidul Siapkan Pengamanan Jalur Wisata
Pantai Gigrak, salah satu destinasi bahari di Gunungkidul, DIY (Foto: Instagram/@ezha_adignatha)
A
A
A

DINAS Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan pengamanan jalur wisata dan penerapan protokol kesehatan di objek wisata untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Asti Wijayanti mengungkapkan, pihaknya telah melakukan koordinasi melibatkan Polres, Kodim 0730, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Tim SARLINMAS, kecamatan, HPI, PPJI, BPW, BPPD, Forkom Desa Wisata dan Forkom Pokdarwis Gunungkidul dalam menyiapkan destinasi, pengamanan dan terutama penegakan protokol kesehatan.

"Pengamanan libur panjang akhir tahun melibatkan 406 personel eksternal dan 105 personel internal. Selain fokus pada tugas pengamanan jalur wisata, tim juga fokus pada penerapan protokol kesehatan," ujarnya.

Ia mengatakan Dispar bersama tim gabungan mulai melakukan monitoring pemakaian masker, mencuci tangan dan terutama pembatasan jarak fisik dan pencegahan kerumunan.

Baca juga: 4 Daftar Pantai di Gunungkidul yang Wajib Disambangi, Panoramanya Mantap Lur

"Kami akan menerapkan protokol kesehatan supaya libur natal dan tahun baru nanti tidak menimbulkan klaster baru," katanya.

Asti mengatakan, pihaknya menargetkan jumlah wisatawan pada libur natal dan tahun baru nanti sebanyak 204.822 kunjungan dengan jumlah pendapatan sebesar Rp1,54 miliar.

Target ini memang difokuskan dan terarah, supaya bisa menjadi tolok ukur pencapaian target pada 2021. Misalnya, target 1 Januari 2021 sampai dengan 3 Januari 2021 jumlah pengunjung 57.765 orang dengan jumlah pendapatan Rp439,59 juta.

"Pada masa pandemi ini memang susah menetapkan target, tapi kami memberanikan diri memasang target, supaya ke depan kami bisa menjadi dasar dan gambaran untuk menetapkan target pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata," papar Asti.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunung Kidul, Supartono mengaku telah menyiapkan destinasi dengan pemberian sarana dan prasarana untuk penegakan protokol kesehatan.

“Saat ini hampir semua destinasi wisata di Kabupaten Gunung Kidul telah dibuka dan menerima kunjungan wisatawan,” katanya.

Ia mengatakan sebanyak 55 destinasi wisata, 11 hotel dan 15 rumah makan telah diverifikasi dalam penerapan protokol kesehatan.

Bantuan sarana prasarana seperti wastafel tempat cuci tangan, masker, tempat sampah, hand satitizer, sabun cair, tenda isolasi, velbed serta rambu rambu informasi.

“Selain itu juga kampanye protokol kesehatan telah diberikan kepada pengelola dan dipasang di destinasi wisata,” katanya.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement