4. Aek Sipitu Dai
Salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi saat berada di Pulau Samosir adalah Aek Sipitu Dai yang merupakan pemandian dengan tujuh pancuran dan konon memiliki rasa yang berbeda setiap pancuranya, ada yang manis, asam hingga mirip soda.
Selain keunikan akan rasanya, Aek Sipitu Dai dipercaya memiliki segudang manfaat, mulai dari menyembuhkan penyakit hingga enteng jodoh bagi siapapun yang meminumnya.
Melansir dari channel youtube Masden Samosir Vlog," pancuran aek memiliki arti yang berbeda, pancuran pertama kepada anak-anak, kedua kepada Namarhasean, ketiga kepada kaum ibu hamil, keempat kepada Sibaso Bolon, kelima kepada Pangulu Raja, keenam kepada Raja Doli dan yang terakhir kepada Hela atau Parumaen."
Mata air disini pun menjadi sumber air bagi kebutuban sehari-hari para masyarakat setempat, terutama saat musim kemarau tiba, banyak penduduk yang memanfaatkan air ini.
Lokasinya berada di Desa Limbong Mulana, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatra Utara.

Danau Toba (Kemenparekraf)
5. Desa Lumban Suhi-suhi
Jika ingin mengenal lebih jauh tentang kain tenun Ulos khas kebudayaan batak, Desa Lumban Suhi Suhi yang terletak di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara bisa dikunjungi.
Disini, masih banyak para wanita yang membuat kain Ulos dengan cara yang tradisional yaitu di tenun. Selain bisa belajar, pengunjung juga dapat membeli kain Ulos sebagai oleh-oleh atau kenang-kenangan khas budaya Batak.
Kain tenun disini sudah diakui memiliki kualitas yang baik, bahan pewarnaan pun masih menggunakan pewarna alami dari tumbuhan, maka tak salah jika Kain Ulos terkenal hingga mancanega.
(Salman Mardira)