Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Delirium Jadi Gejala Awal Covid-19, Kenali Ciri-cirinya

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Jum'at, 11 Desember 2020 |21:22 WIB
Delirium Jadi Gejala Awal Covid-19, Kenali Ciri-cirinya
Ilustrasi covid-19. (Foto: Okezone)
A
A
A

DELIRIUM belum lama ini dikaitkan dengan gejala awal virus corona (covid-19). Meski begitu, masih banyak masyarakat yang bingung, bahkan baru mendengar istilah delirium ini.

Menurut Dokter Relawan Covid-19, dr Muhammad Fajri Adda'i, delirium berasal dari bahasa latin yang berarti 'keluar dari kebiasaan'. Artinya, seseorang bersikap menyimpang dari sesuatu yang normal.

Baca juga: Mengenal Delirium, Gejala Baru Covid-19 yang Dialami Pasien Lansia 

"Delirium adalah suatu sindrom neuropsikiatri yang dicirikan dengan akut onset atau defisit perhatian. Jadi perhatian yang berkurang secara akut. Akut itu cepat, sementara kronik itu bulanan atau tahunan. Jadi delirium itu adalah suatu onset akut, atau onset cepat dari defisit atensi," terang dr Fajri saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (11/12/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan ciri utama delirium adalah perhatian yang tiba-tiba berkurang dan aspek lain dari kognitif atau kecerdasan pasien. Biasanya daya rangsang seseorang atau responsif terhadap lingkungan sekitarnya menjadi berpengaruh.

Baca juga: Ini Gejala Delirium yang Dialami Pasien Covid-19 

"Jadi rentang penyakitnya (delirium) mulai dari seseorang reduce responsiveness sampai level yang mendekati koma dan tidak bisa bergerak sama sekali. Jadi ada hiperaktif dan hipoaktif. Kalau hipoaktif itu sama sekali tidak bisa merespons, bahkan sampai hampir koma," lanjutnya.

Selain itu, ada pula yang dinamakan hyperagitasi. Bahkan ada yang gejalanya sampai seperti mengamuk-ngamuk.

Baca juga: Begini Faktor Risiko Pasien Covid-19 yang Alami Gejala Delirium 

Ada juga yang bergejala seperti Distressing Symptoms of Psychosis jadi seperti orang sakit jiwa. Contohnya seperti delusi, halusinasi, dan perubahan mood seperti marah-marah atau ngamuk-ngamuk. Tiba-tiba nangis dan sedih.

"Atau, halusinasi sepeti melihat bayangan putih, orang lain atau semua yang tidak terlihat. Kalau delusi itu seperti merasa sudah makan, merasa hebat, merasa kuat atau waham. Merasa sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi," jelasnya.

Baca juga: Anak Terkena Covid-19 Juga Berisiko Alami Kematian 

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement