Kedua, beberapa penelitian yang dilakukan sebelum covid-19 juga telah mengungkap kondisi tertentu dan dapat berpotensi menularkan virus lebih cepat. Pada awal 2019, sebuah penelitian di Scientific Reports menunjukkan makin keras orang berbicara akan berpotensi menyemprotkan ludah, lendir, dan aerosol lebih banyak dari mulut mereka.
Baca juga: Netizen Anti Vaxxer Buat Meme Kritik Rencana Vaksinasi Covid-19
Penelitian lain juga menjelaskan beberapa orang yang terinfeksi mungkin memiliki viral load lebih tinggi. Ini berarti air liur dan aerosol mereka mengandung konsentrasi partikel virus yang lebih tinggi.
Meski begitu, faktor lingkungan sekitar menjadi hal yang terpenting. Ruangan tertutup dengan orang-orang yang saling berdekatan dapat berdampak besar terjadinya superspreading.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.