KAWASAN Karst Sangkulirang-Mangkalihat di Kutai Timur, Kalimantan Timur, menyimpan potensi wisata yang sangat luar biasa. Tak sekadar menyuguhkan panorama alam dengan gugusan gunung karst mencakar langit, dan rimbunan hutan hujan tropis yang masih asri.
Sangkulirang-Mangkalihat juga menjadi saksi biksu jejak-jejak pra sejarah yang diklaim telah berusia 40 ribu tahun. Semuanya tersebar di hampir seluruh kawasan. Termasuk di Goa Tewet yang berada di Desa Tepian Langsat.
Goa yang ditemukan sejak tahun 1965 menyimpan ratusan cap telapak tangan dan imaji-imaji menarik lainnya. Peninggalan bersejarah itu kini dikenal dengan istilah gambar cadas (lukisan goa, rock art).
Pindi Setiawan, peneliti sekaligus ahli komunikasi visual dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan, gambar cadas di Kalimantan Timur semakin hari semakin menunjukkan peran penting tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga dunia.
Baca juga: Menikmati Lukisan Alam di Sungai Jelai-Bengalon Sangkulirang
Untuk lingkup kecil misalnya, gambar cadas di Sangkulirang-Mangkulihat membuktikan bahwa sejak dulu Kalimantan Timur, memiliki budaya pra sajarah yang masif dan penting pada masanya.
"Ini akan menjadi cerita yang bagus untuk jaman sekarang," tegas Pindi Setiawan kepada Okezone, di Camp Tewet, Desa Tepian Langsat, Kalimantan Timur, pekan lalu.
Pindi kemudian menceritakan sepenggal kisah tentang perjalanannya bersama dua peneliti asal Prancis, Jean dan Michael Chazine. Mereka menemukan gambar cadas pertama pada tahun 1994 di Goa Mardua, Desa Pengadan, Sangkulirang.
Berawal dari penemuan tersebut, tahun-tahun berikutnya, Pindi dan rekannya terus melakukan penelusuran hingga menemukan 4 goa bergambar cadas pada 1995. Salah satu di antaranya adalah Goa Tewet yang kini mulai dipersiapkan untuk kegiatan wisata minat khusus oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

"Kami terus berjalan bersama hingga si tahun 2006 sudah menemukan sekitar 20a-an situs di Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat. Dan sekarang jumlahnya sudah lebih dari 50 situs bergambar cadas," jelas Pindi.
Keistimewaan gambar cadas
Perjuangan Pindi menelusuri jejak-jejak pra sejarah di Kalimantan Timur tidak sia-sia. Gambar cadas yang ditemukan di kawasan ini merupakan salah satu gambar terbaik di dunia. Bahkan, mungkin hanya dapat ditemukan di Indonesia.
Bentuk-bentuk yang digambarkan sangat beragam. Mulai dari mamalia besar seperti rusa, banteng, beruang, babi hutan, dan tapir. Kemudian ada kadal atau gecko, kura-kura, trenggiling raksasa, serta dedaunan.
"Yang menarik adalah tapir misalnya. Binatang itu diketahui telah punah 6 ribu tahun yang lalu di daratan Kalimantan. Trenggiling raksasa itu juga sudah punah di tanah Kalimantan 30 ribu lalu," kata Pindi.