Kaltara berkomitmen dalam rangka pelestarian lingkungan dan mengatasi pemanasan global dan mereduksi gejala perubahan iklim. Menurut sejarahnya, kawasan DKS telah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi utama di Kalimantan sejak sebelum masa kemerdekaan.
Berlanjut pada 1950, yakni masa pemberian izin konsesi hutan pada perusahaan logging sekala kecil, kemudian beralih ke skala logging yang lebih besar dan kegiatan ekstraktif seperti tambang pada 1970 hingga sekarang.
Sementara itu, pembukaan lahan menjadi tambak terjadi sejak 1991 tercatat 15.870 hektare, proses ini terus berjalan hingga menjadi 10 kalinya pada 2016 (149.958 hektare).
Dalam lingkup regional, sektor perikanan tambak di Provinsi Kaltara memberikan kontribusi yang paling tinggi, di mana beberapa produk yang dihasilkan, antara lain udang windu, kepiting, ikan, bandeng dan mujair.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.