Iwan menambahkan, festival dihelat untuk menyemangati masyarakat dunia agar tetap mampu berkarya di masa pandemi. Selama event, protokol kesehatan wajib diterapkan oleh siapa saja.
"Protokol kesehatan yang benar tetap diterapkan melalui event karnaval anak-anak yang mengangkat tema persaudaraan seluruh bangsa di dunia. Serta anak-anak adalah penerus masa depan," tambahnya.
WKC 2020 akan melibatkan ratusan anak-anak dari 12 negara. Mereka nantinya melakukan parade dengan kostum unik. Negara-negara yang ambil bagian dalam ajang ini antara lain Indonesia Jepang, India dan Filipina (dari benua Asia); Kanada (Amerika); Hungaria, Serbia, Bosnia Herzegovina (Eropa); serta Pretoria, Senegal dan Nigeria (Afrika).
"Kami berharap kegiatan ini menjadi titik awal hadirnya kegiatan berkelanjutan yang bersifat internasional yang secara konsisten semakin membangun hubungan persaudaraan anak-anak di seluruh dunia," ucap Iwan.
Event Director JFC Bubah Alvian menambahkan, JFC selalu dinantikan banyak kalangan, khususnya generasi milenial. Menurutnya, acara ini patut menjadi simbol perdamaian dunia dan menggali potensi banyak karya di masa pandemi.
"JFC ini bukan hanya ajang untuk membuat kostum karnaval, tapi ada hal lain yang sangat keren banget ini. Menurut saya ini wajib diikuti oleh para milenial dan bisa mengenal Jember dari dekat," ucapnya.
Nnatinya, JFC juga selalu bisa ikut memajukan perekonomian Jember dan juga Indonesia. Selain itu, anak muda juga semakin mudah mengenal budaya Indonesia dari berbagai belahan negeri.
"Harapannya semakin banyak anak-anak muda bukan dari Jember saja, tapi berbagai belahan kota di Indonesia bisa bergabung dengan JFC," pungkasnya.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.