Melihat kasus perselingkuhan di tempat kerja, beberapa pelaku mengaku alasannya adalah intensitas pertemuan yang sering dibandingkan pasangan sendiri. Tentu, hal ini membuat pro dan kontra tersendiri di masyarakat.
Mereka yang pro mungkin akan mengeluarkan argumen bahwa perselingkuhan itu memang benar dari hati karena pasangan di rumah jarang sekali ditemui dan membuat rasa cinta berkurang setiap harinya. Tapi, bagi yang kontra, alasan semacam itu hanya sekadar pembenaran saja dari menutupi ketidakpuasan diri sendiri akan cinta yang sudah diberikan pasangan di rumah.

Lantas, bagaimana psikolog menilai fenomena perselingkuhan yang terjadi antar teman kerja seperti yang dilakukan Tora Sudiro dan Mieke Amalia?
Psikolog Klinis Meity Arianty menjelaskan, membahas kasus selingkuh selalu membuat orang kesal dan memiliki emosi negatif, padahal jika di telaah lebih dalam semua yang terjadi pada hidup kita tergantung bagaimana kita menyikapinya.