Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Vape Beraroma Malah Sebabkan Penyakit Pernapasan?

Wilda Fajriah , Jurnalis-Kamis, 15 Oktober 2020 |19:34 WIB
Vape Beraroma Malah Sebabkan Penyakit Pernapasan?
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SAAT ini memang banyak orang beralih ke rokok elektrik atau yang biasa disebut dengan vape. Tidak jarang, ada yang mengklaim menggunakan vape ini lebih sehat, ketimbang merokok.

Tapi, benarkah demikian? Sebuah penelitian dari University of Technology Sydney menjelaskan bahwa tidak semua vape lebih baik dari rokok. Vape beraroma, bisa lebih beracun dan membahayakan apalagi bagi penderita asma.

Studi menemukan, vape beraroma dapat memperburuk keparahan penyakit asma. Temuan menunjukkan, vape beraroma, bahkan tanpa nikotin, dapat merusak saluran napas.

"Ini sangat penting bagi mereka penderita penyakit pernapasan, juga yang rentan terhadap efek merokok," kata pemimpin studi, Dr Chapman dari University of Technology Sydney yang dikutip Okezone dari Thehealthsite.

"Mayoritas pengguna vape menggunakan cairan rasa. Tetapi, ada beberapa bukti bahwa zat tambahan rasa bisa beracun ketika dihirup," lanjutnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement