Menjalin hubungan memang tak pernah lepas dari masalah. Untuk itu, Anda pun pasti ingin mencari cara bagaimana menjaga agar hubungan Anda tetap harmonis.
Dengan demikian, Anda pun mulai mencari-cari informasi tersebut. Hal ini memang baik, tetapi kemungkinan informasi yang tersedia bebas di internet merupakan mitos yang tidak sepenuhnya benar.
Jika Anda mengaplikasikan mitos tersebut di dalam hubungan, bisa jadi Anda terjerumus di dalam lingkaran toxic relationship. Untuk itu, berikut 5 mitos mengenai toxic relationship yang perlu Anda ketahui sebagaimana dilansir Boldsky pada Rabu (14/10/2020).
Jika pasangan Anda posesif, berarti dia sangat mencintai Anda

Terkadang memang benar bahwa orang sering kali posesif untuk orang terdekatnya. Tetapi jika Anda berpikir bahwa menjadi posesif adalah tanda cinta sejati, maka ini hanyalah mitos beracun. Menjadi posesif tidak menunjukkan bahwa Anda mencintai seseorang.
Itu hanya menunjukkan bahwa Anda ingin memiliki pasangan hanya untuk diri Anda sendiri. Anda tidak ingin dia bergaul dengan siapa pun atau mengejar minat atau hobi apa pun. Misalnya, Anda mungkin tidak suka saat pasangan Anda bergaul dengan teman-temannya. Sifat posesif Anda tidak menunjukkan apa pun kecuali insecure dan kurangnya kepercayaan Anda.
Cinta sejati adalah ketika pasangan bisa membaca pikiran satu sama lain
Sejujurnya, tidak ada yang bisa membaca pikiran siapa pun. Hanya saja setelah tinggal bersama, pasangan cenderung memprediksi pemikiran, ide, pilihan, dan pendapat orang penting mereka.
Mereka mampu memahami apa yang pasangannya ingin miliki atau mengapa mereka sedih atau apa yang ingin mereka katakan. Tapi seseorang tidak pernah bisa membaca pikirannya. Jadi, jika Anda selalu mengharapkan pasangan Anda membaca pikiran Anda, hanya karena Anda bersama, maka ini bisa sangat merusak hubungan Anda.
Baca Juga : 5 Alasan Kamu Merasa Kesepian meski Punya Pacar
Hubungan Akan Langgeng Jika Memiliki Anak
Film, sinetron harian, dan beberapa konsep klise telah membuat orang percaya bahwa satu-satunya cara untuk membuat hubungan atau pernikahan bertahan lama adalah dengan memiliki anak. Tetapi ini tidak benar karena memiliki anak dapat memengaruhi hubungan Anda baik secara negatif maupun positif.
Misalnya, jika Anda dan pasangan siap untuk memiliki anak dan mengemban tanggung jawab yang menyertai, ini pasti bisa menjadi hal yang baik. Tetapi jika Anda selalu bertengkar satu sama lain dan jarang saling menghormati batasan, ruang pribadi, pilihan, pendapat, dan pemikiran satu sama lain, maka memiliki anak tidak akan pernah bisa memperbaiki keadaan.