KALAU liburan ke luar kota, selebgram cantik Anya Geraldine sangat menyukai wisata kuliner. Anya juga sangat menyukai makanan bercita rasa pedas.
Hal itu terlihat dari unggahan vlog di channel YouTube pribadinya, Anya Geraldine. Saat dirinya sedang mengunjungi Kota Yogyakarta untuk suatu pekerjaan, dia juga menyempatkan berwisata kuliner.
Wanita yang digandrungi banyak kaum adam ini banyak mengeskplor tempat wisata kuliner di Kota Pelajar tersebut. Anya Geraldine tak segan-segan mencari kuliner, dari mulai kuliner kaki lima hingga tempat makan yang dianggap legendaris di Yogyakarta.
Penasaran kan tempat kuliner apa aja yang disambangi Anya Geraldine selama berada di Yogyakarta? Berikut ini ulasannya, yang Okezone rangkum dari channel YouTube pribadi Anya Geraldine.
Oseng-Oseng Mercon Bu Narti

Tempat makan yang satu ini sangat direkomendasi buat okezoners penyuka makanan pedas. Yaa, Oseng-Oseng Bu Narti namanya. Ada oseng, ayam, puyuh, lele yang bisa okezoners santap. Anya sendiri memesan seporsi nasi dengan oseng dan lele.
“Oh my god, pedas nih kayaknya” ujar anya.
Baca Juga: 5 Tempat Wisata Kuliner Paling Hits di Makassar
Anya terlihat sempat ragu-ragu untuk menyantap makanan tersebut “Bismillah, pedas banget enggak sih,” ujarnya.
“Pedas banget tapi enak,” lanjutnya.
Harus diakui kuliner Oseng-Oseng Bu Narti ini memang bercita rasa pedas dan buat Okezoners yang tidak terlalu menyukai makanan pedas harus lebih hati-hati.
Anya sendiri pun sampai mengeluh karena saking pedasnya makanan ini. “Karena aku memang suka makanan pedas, menurutku ini pedasnya bukan yang terlalu nampol gitu,” ujar anya di vlognya tersebut.
Mie Ayam Bu Tumini

Tempat kuliner selanjutnya yang Anya sambangi selama di Jogja adalah Mie Ayam Bu Timini. Anya memesan seporsi mie ayam ceker. “Sudah datang mie ayamnya, jadi nih aku pesan mi ayam pakai ceker. Harganya itu cuma Rp10 ribu,” ungkap Anya.
Anya mengatakan, hal yang membedakan mi ayam Bu Tumini dengan mi ayam yang lain terletak pada tekstur minya yang panjang besar, lembut dan potongan ayamnya yang banyak. Tempat makan mi ayam tersebut bahkan tidak pernah sepi pengunjung dan selalu ramai yang datang.
"Kuahnya kental dan minya lembut, ditambah lagi makannya pakai kerupuk,” ujar Anya.
Laju Kopi Cepat
Berbeda dari sebelumnya, Anya juga menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat kopi yang menurutnya pewe banget dan tempatnya nyaman. “Jadi tuh tempatnya kayak masuk ke dalam gitu, dari jalan raya terus masuk ke dalam,” katanya.
Menurutnya, aneka sajian kopi di coffee shop tersebut sangat enak. Harganya pun terjangkau.
"Aku sih rekomendasiin kamu nongkrong di sini, tempatnya enak” tambahnya.
Sate Khlatak Pak Pong

Tempat makan satu ini tidak pernah sepi pengunjung, bahkan Anya sendiri harus menunggu kurang lebih sejam untuk bisa menikmati kuliner yang terkenal ini. Begitu sampai di lokasi tempat makan tersebut, anya langsung saja memesan makanan diantaranya sate khlatak, gule babat, tongseng kepala sama tongseng otak.
“Yeay akhirnya makanan kita datang setelah sejam ngoceh-ngoceh segala macem akhrinya datang juga," seru Anya.
Sate tersebut dinikmati bersamaan dengan kuah spesial dan bumbu kecap. “Semuanya empuk, enak” ungkap Anya.
Anya kemudian menyantap otak yang mungkin sebagian orang merasa aneh memakan makanan tersebut. “Aku makan makanan padang biasanya aku pesan otak, jadi aku doyan” terangnya.
Bakmie Pak Pele
Kuliner legendaris di Yogyakarta ini menjadi tujuan makan Anya berikutnya. Tempat yang selalu ramai pengunjung sampai-sampai Anya harus menunggu sejam untuk bisa menikmati seporsi bakmie legendaris itu dan makan di dalam mobil. Anya pesan seporsi mi godok yang berisi telur bebek dan daging bebek.
"Jadi katanya ini makanan legend di Yogyakarta," bebernya.
Gudeg Permata
Anya melanjutkan makan-makan dengan memesan Gudeg Permata. Tapi kali ini berbeda, Anya lebih memilih order via ojek online makanan tersebut dan makan di hotel tempat ia menginap.
Tengah malam Anya masih merasakan lapar karena tadi ia makan bakmi yang menurutnya porsinya sedikit dan harus menunggu satu jam, jadi Anya memutuskan untuk makan lagi. Gudeg merupakan makanan khas Yogyakarta yang tak pernah dilewatkan.
Porsinya yang banyak dan lengkap menjadi alasan anya untuk memesan Gudeg Permata ini. Dalam satu porsi gudeg, di dalamnya terdapat krecek, ayam, telor, daun singkong dan sayur nangka.
"Ini sudah paling nikmatnya malam-malam makan gudeg ya kan pakai tangan,” ujar Anya.
Mangut Lele Mbah Marto

Destinasi wisata kuliner Anya terakhir di Yogyakarta adalah Mangut Lele Mbah Marto. Warung ini merupakan tempat makan favoritnya. Tempatnya berada masuk ke dalam sebuah gang. Berbeda dari rumah makan pada umumnya, rumah makan lele Mbah Marto ini bentuknya sangat sederhaha.
Lele Mbah Marto ini mempunyai rasa yang pedas, kuah yang gurih dan diberi potongan petai. Saking enaknya Anya sampai memakan dan menghabiskan 3 ekor lele.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.