Keberadaan orang tanpa gejala atau pasien OTG Covid-19 semakin banyak. Oleh karena itu pasien OTG maupun masyarakat umum harus selalu pakai masker di manapun berada.
Data Pandemic Talks menyatakan bahwa 80 persen dari pasien Covid-19 adalah OTG. Fakta ini tentu mengkhawatirkan, karena orang yang dianggap tidak sakit ternyata pembawa dan ada kemungkinan menyebarkan virus ke orang lain.

Untuk bisa mencegah penyebaran tanpa disadari, perlu dilakukan testing yang masif pada orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien OTG tersebut. Bahkan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mewajibkan kontak dekat pasien OTG dites swab atau PCR Test. Hal itu sesuai dengan laporan terbaru CDC yang diterbitkan belum lama ini.
"Karena semakin banyak penularan virus corona dari kelompok OTG, pedoman ini lebih jauh memperkuat kebutuhan untuk mengujian orang tanpa gejala, termasuk kontak dekat seseorang dengan pasien terinfeksi Covid-19," laporan CDC.
Dalam laporan tersebut pun CDC menyatakan bahwa pengujian sangat disarankan untuk semua kontak dekat pasien OTG. Sebab, potensi penularan tanpa gejala sangat mungkin terjadi dan ketika lebih cepat ditemukan, akan meminimalisir penyebaran yang lebih luas lagi.
"Tes virus direkomendasikan untuk mendiagnosis infeksi akut pada individu yang bergejala dan tanpa gejala, untuk mempermudah pelacakan kontak, pilihan pengobatannya, dan persyaratan isolasi," tambah CDC.
Panduan CDC ini pun mencatat bahwa meskipun orang tidak memiliki gejala, mereka tetap perlu dites swab jika mereka melakukan kontak dekat (dua meter), dan setidaknya berkomunikasi selama 15 menit.
Baca juga: Kecilnya Imut, Sudah Besar Kaneishia Yusuf Cantik Ya
"Ini memungkinkan pelacakan sejumlah orang yang terpapar virus dari pasien OTG dan membantu menghentikan penyebaran virus," ujarnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.