PRODUK eye cream memang menjadi salah satu produk kecantikan yang semakin digemari. Tapi, banyak orang merasa memakai eye cream ataupun eye serum adalah hal yang sia-sia.
Selain sensasi dingin yang bertahan selama 15 menit, produk eye cream atau eye dianggap hanya sekadar “moisturizer dengan tingkat kekentalan lebih tinggi”. Tapi benarkah eye cream memiliki dampak bagi mata Anda?
Lalu, di mana salahnya? Apakah benar mazhab yang meyakini bahwa eye serum dan eye cream adalah skincare yang sia-sia, atau justru kita yang tidak memahami cara kerja eye cream sesungguhnya? Simak alasan-alasan umum mengapa eye cream dan eye serum tidak memberi efek apapun bagi mata Anda:
Mengharapkan hasil yang instan
Efektivitas produk skincare apapun sangat bergantung kepada tingkat keparahan gejala dan tipe kulit. Kalau Anda baru mengenakan produk untuk kontur mata selama 1-2 pekan dengan gejala yang cukup serius dan Anda belum melihat perubahan, jangan terlalu terburu-buru untuk membuang produk yang Anda gunakan.
Kulit di area mata yang tipis dan rapuh membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan ekstra untuk dirawat. Ia juga amat mudah dipengaruhi oleh diet, gaya hidup, dan kondisi mental-fisik Anda.
Tidak mengenali tipe kulit dan penyebab dari gejala yang dirasakan
Tahukah Anda bahwa ada banyak sekali penyebab dari gejala umum seperti “lingkaran hitam di bawah mata”? Lingkaran hitam dapat disebabkan oleh masalah sirkulasi darah terutama ketika kekurangan tidur, diet atau alergi, kontak dengan tangan atau produk wajah, proses penuaan, terpaan sinar matahari, hingga faktor genetik. Banyak bukan?

Penanganan yang diperlukan sangat bergantung kepada penyebab dari gejala “sepele” yang Anda rasakan. Selain itu, ada baiknya juga untuk mengenali tipe kulit di area mata sebelum mencoba berbagai produk.
Apakah gejala yang Anda rasakan memburuk karena kulit Anda kering? Gunakan eye cream yang melembapkan. Apakah ia memburuk karena paparan sinar matahari? Gunakan SPF untuk mata. Lalu, apakah kulit Anda sensitif? Hindari produk yang rentan menimbulkan reaksi sensitif pada mata seperti vitamin C, fragrans, dan retinoid.
Tidak memulai sejak dini
Sebagai salah satu bagian kulit paling tipis, kulit di sekitar mata merupakan bagian kulit yang paling cepat mengalami penuaan. Ada baiknya kita telah memulai perawatan mata sebelum usia 30 tahun dengan produk yang sesuai dengan kebutuhan mata. Semakin muda Anda memulai, semakin mungkin kulit Anda untuk masih bisa memperbaiki jaringan.
Ingatlah bahwa proses penuaan merupakan proses natural yang tidak perlu (dan memang tidak bisa) kita putar kembali. Hal yang dapat kita lakukan adalah memperbaiki tampilannya dengan perawatan, gizi, dan gaya hidup yang sehat fisik maupun mental.