"Penularan virus korona baru dapat dikurangi dengan perawatan ozon paling rendah secara terus menerus, bahkan di lingkungan mana orang-orang berada, menggunakan sistem semacam ini. Kami menemukan itu sangat efektif dalam kondisi kelembaban tinggi," ujar Ketua Peneliti Takayuki Murata.
Sekadar informasi, Ozon adalah sejenis molekul oksigen, yang diketahui memiliki banyak patogen. Eksperimen sebelumnya telah menunjukkan bahwa konsentrasi ozon tinggi, antara 1-6 ppm, efektif melawan virus korona tetapi berbahaya bagi manusia.
Studi baru-baru ini di Institut Teknologi Georgia menunjukkan bahwa ozon mungkin efektif dalam mendisinfeksi gaun, kacamata, dan peralatan pelindung medis lainnya.
Rumah Sakit Universitas Medis Fujita, di prefektur Aichi Jepang tengah, telah memasang generator ozon, di ruang tunggu dan ruang pasien rumah sakit. Universitas juga telah melakukan uji klinis obat Avigan Fujifilm pada pasien Covid-19.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.