Sejumlah tokoh masyarakat turut mendukung pemerintah untuk mengubah perilaku masyarakat dalam menghadapi masa transisi new normal. Khususnya pada sektor pariwisata yang sempat mati suri akibat pandemi Covid-19.
Untuk mengembalikan gairah pariwisata dan menggaet kembali kepercayaan wisatawan, diluncurkanlah sebuah program bertajuk Gerakan Pakai Masker (GPM).

GPM adalah sebuah gerakan kampanye publik untuk mengubah perilaku masyarakat untuk memakai masker. Salah satu tolok ukur keberhasilannya adalah adanya perubahan perilaku masyarakat yang merasa sangat malu jika keluar rumah tanpa pakai masker.
Gerakan ini diinisiasi oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, jurnalis senior, tokoh perempuan, dan para profesional. Diantaranya Sigit Pramono, K.H. Mustofa Bisri, Goenawan Mohamad, Adi Harsono, Agus Martowardojo, Peter Gontha, Ustaz Yusuf Mansur, Romo Mudji Sutrisno, dan lainnya.
“GPM mengedukasi masyarakat untuk memakai masker dengan cara yang benar. Terbukti dengan pemakaian yang benar, akan menurunkan risiko tertular dan menularkan virus COVID-19 hingga 75 persen,” ujar Sigit Pramono, selaku Ketua GPM, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (25/8/2020).
Lebih lanjut Sigit menjelaskan, GPM dipilih menjadi salah satu program sinergi karena memakai masker adalah sebuah upaya minimal yang harus dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan virus Covid-19. Khususnya memasuki masa adaptasi kebiasaan baru.
Baca juga: Ketika Marion Jola Pakai Baju Samaan dengan Awkarin hingga Luna Maya
"Dengan membolehkan masyarakat melakukan aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya di luar rumah tetapi wajib pakai masker, akan membuat perekonomian dan kehidupan masyarakat bangkit kembali," terangnya.
Dalam praktiknya, GPM telah diterapkan dalam berbagai kegiatan sejak Juni 2020, diantaranya dalam bentuk kegiatan kampanye publik, edukasi masyarakat, dan sosialisasi program Gerakan Pakai Masker (yang mencakup juga Jaga Jarak dan Cuci Tangan) atau program sosial lainnya, baik dilakukan sendiri maupun dengan kerja sama dengan pihak lain.
Di antaranya melakukan penyuluhan kepada para pedagang pasar di 9.200 pasar tradisional seluruh Indonesia. Dimulai di 277 pasar di kawasan Jabodetabek.
Diharapkan kolaborasi mereka dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat membantu meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Tujuan utama Gerakan Pakai Masker adalah mengurangi jumlah korban karena pandemi COVID-19. Sebagai bonusnya kita dapat sekaligus melakukan 'rebranding’ melalui Gerakan Pakai Masker, agar persepsi bangsa lain terhadap Indonesia dalam penanganan pandemi membaik," tegas Sigit.
"Indonesia akan menjadi negara pilihan pertama yang akan dikunjungi investor untuk melakukan transaksi bisnis. Indonesia juga akan menjadi negara pilihan pertama yang akan dikunjungi wisatawan asing," tandasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.