Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, Bali, secara resmi mulai menerapkan pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang merupakan bentuk adaptasi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap transformasi digital di era kebiasaan baru.
Direktur Pengembangan Destinasi Regional II, Wawan Gunawan mengatakan pandemi Covid-19 memang memberikan dampak kepada seluruh sektor tak terkecuali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, yang sebagian besar memperoleh penghasilan dari sektor pariwisata.
Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi dan mendukung langkah Pemerintah Provinsi Bali yang bersama Pemerintah Kabupaten dan seluruh stakeholder pariwisata Bali menggelar peluncuran Kecak New Normal dan Digitalisasi Sistem Pembayaran Berbasis QRIS di Uluwatu, Bali pada 22 Agustus 2020 lalu.

“Kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan pelayanan dengan cara mengaplikasikan pembayaran sistem digital atau nontunai berbasis QRIS yang dinilai cepat, mudah, murah, dan aman. Sehingga dapat dapat meminimalisir kontak fisik di era adaptasi kebiasaan baru,” kata Wawan seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Senin (24/8/2020).
Baca Juga : Liburan ke Labuan Bajo, Asyiknya Salmafina Sunan Berjemur Pakai Bikini
Kawasan Luar Pura Uluwatu memiliki obyek wisata yang sebelumnya sangat ramai dikunjungi wisatawan nusantara dan internasional. “Dengan adanya penerapan alat pembayaran digital QRIS, maka dapat menjadi salah satu solusi untuk memulihkan serta membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Uluwatu, Bali,” kata Wawan Gunawan.
Wawan Gunawan mengatakan penerapan protokol kesehatan juga menjadi salah satu kunci utama keberhasilan program ini. Oleh karena itu, dia berharap seluruh stakeholder pariwisata di Bali bersama-sama menyinergikan program ini untuk kemajuan bersama.
Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan di tengah pandemi Covid-19 ini penggunaan pembayaran digital QRIS dinilai sebagai media yang baik dan lebih efisien untuk bertransaksi. Hal ini diharapkan dapat mempercepat kebangkitan perekonomian Bali.
“Pola wisatawan di era adaptasi kebiasaan baru telah berubah. Wisatawan cenderung mencari layanan yang menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan menghindari kontak fisik secara langsung. Dengan adanya QRIS, wisatawan dapat berkunjung secara aman dan nyaman,” kata Wayan Koster.

Wayan Koster juga mengatakan dalam menangani upaya pemulihan pandemi Covid-19 seluruh pemangku kepentingan, pelaku pariwisata dan masyarakat diharapkan dapat menerapkan protokol kesehatan dengan benar, disiplin dan komitmen, serta memiliki rasa tanggung jawab.
“Jika hal ini dijalankan dengan benar, saya berharap pada triwulan IV sektor pariwisata di Bali sudah lebih membaik dari yang sekarang. Sehingga di tahun 2021, Bali sudah positif atau menjadi zona hijau secara keseluruhan,” kata Wayan Koster.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.